Infomenia

Minggu, 06 Mei 2018

Demi Kekuasaan, Strategi Kampanye Keliru Data “Anies” Dipakai, Sudirman Tiru Habis Strategi Anies

 

Infomenia.net - Sepertinya, strategi kemenangan Anies-Sandi kembali dipakai oleh tim kampanye Sudirman-Ida pesaing Ganjar-Yasin di Pilkada Jawa Tengah. Sudirman Said yang adalah mantan menteri melakukan kekeliruan yang unik. Mengapa saya katakan begitu?? Karena seharusnya menjadi seorang menteri level kekeliruan kecil seharusnya tidak terjadi. Apalagi Sudirman Said terkenal sebagai sosok yang menghebohkan kasus Papa Minta Saham.

Tetapi fakta tersebut malah berbeda jauh dari kenyataan saat Sudirman menjadi cagub Jateng. Sudirman seperti melakukan akting politik dengan melakukan beberapa kekeliruan yang momennya malah terjadi saat melakukan debat di depan televisi. Sudirman sepertinya sengaja membuat dirinya menjadi seperti bodoh sehingga nantinya menjadi orang yang ditindas atau dibully.


Saya masih ingat betul bagaimana Anies-Sandi menerapkan strategi keliru data demi terlihat seperti orang yang ditindas dan dibully. Meski tidak terukur pengaruhnya, tetapi strategi ini cukup berhasil untuk memperlihatkan bahwa mereka saat itu menjadi antitesis dari pasangan Ahok-Djarot. Dalam strategi ini, jadilah orang yang paling salah demi mengalahkan mereka yang pintar.
Dan strategi ini pada akhirnya cukup berhasil menarik simpati warga Jakarta yang percaya bahwa Anies-Sandi adalah pasangan yang tepat memimpin Jakarta. Strategi inilah yang akan coba diulangi oleh Sudirman untuk mendapatkan simpati warga Jateng. Ganjar terlalu kuat kalau diadu dengan program, sehingga cara paling ampuh adalah dengan berlagakkk bodoh.

Kekeliruan yang dilakukan oleh Sudirman adalah saat dia keliru menyebutkan tempat kelahiran RA Kartini dan juga saat keliru menghitung jumlah lapangan perkerjaan. Sudirman menyebutkan bahwa selama 5 tahun dia akan mampu membuat 5 juta lapangan pekerjaan. Padahal, jumlah desa di Jawa Tengah saja 8559 desa. Kalau setahun berhasil ciptakan 10-15 lapangan perkerjaan, maka didapatkan hasil tidak sampai 700.000 lapangan perkerjaan.
Dan sepertinya, ini akan terus menjadi cara berkampanye Sudirman Said demi mencari simpati dari para pemilih. Namun, apakah cara ini ampuh untuk meraih kemenangan di Pigub Jateng?? Patut untuk dinantikan. Tetapi kalau melihat bagaimana pendekatan Ganjar dalam menangani sebuah konflik, sepertinya kemenangan di Pilakada Jakarta sulit untuk diulangi.

Semoga saja, Ganjar tidak terpeleset seperti Ahok dan selalu waspada terhadap setiap isu yang digunakan. Warga Jateng juga tetap wasspada jangan takabur dalam menghadapi setiap isu.

Salam Ganjar-Yasin.

(Palti Hutabarat, indovoices.com)


Comments
0 Comments

0 komentar