Infomenia

Jumat, 27 April 2018

Lulung hingga Ratna Sarumpaet Dukung Rocky Gerung.. Bukti "Asal Bukan Jokowi" Ngumpul Di Grupnya. Ini Alasannya

 Lulung hingga Ratna Sarumpaet Kumpul Dukung Rocky Gerung.

Infomenia.net - Berita ini sudah ada sejak sepekan lalu. Memang baru sempat saya baca, tapi saya anggap belum ‘ending’. Jadi biar sedikit terlambat saya ikut menulis, mengikuti perasaan hati yang kesal luar biasa.

Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana, Ratna Sarumpaet, dan Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburokhman, berkumpul di Quiznos Cafe Selasa pekan kemarin (17 April 2018). Maksud dan tujuan adalah memberi dukungan untuk Rocky Gerung, mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia, yang dalam satu acara mengatakan, “Kitab Suci adalah Fiksi”.

Aneh buat saya, karena keterlibatan ACTA disini seperti memutar balikan nilai ‘perjuangan’ yang sudah mereka rintis sejak kampanye Pilkada Jakarta 2016 lalu. Perjuangan yang sarat kepentingan politik, yang memainkan issu agama demi mendepak sekaligus memenjarakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Memang, Rocky tidak secara spesifik menyebut Kitab Suci apa yang dia gambarkan sebagai fiksi. Tapi sebagai muslimah, saya tidak salah bila merasa bahwa Al Qur’an lah Kitab Suci yang dimaksud. Pemahaman saya begini ; hampir seluruh umat Islam di Indonesia bila menyebut Al Qur’an selalu didahului dengan dua kata, Kitab dan Suci ; Kitab Suci Al Qur’an. Begitu juga dengan umat Kristiani, yang meyakini Injil sebagai Kitab Suci nya, umat Hindu yang meyakini Weda sebagai Kitab Suci nya, pasti bertanya-tanya, dimana letak fiksinya? Pakai kacamata apa Rocky waktu bicara di ILC nya Karni Ilyas tanggal 10 April 2018 kemarin?

Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT lewat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam, Al Qur’an adalah petunjuk, tuntunan hidup, dan bagian dari rukun iman. Jelas dan absolut. Sedang fiksi, mau diulas sepanjang apapun, sifatnya tetap imajinatif dan rekayasa, bisa lari kesana dan bergeser kesini. Pernah dengar buku atau film fiksi? Itu hasil karya manusia yang imajinatif, tidak lebih! Bagaimana bisa disamakan dengan Kitab Suci?

Menurut Habiburokhman, apa yang disampaikan Rocky Gerung yang mengatakan ‘Kitab Suci adalah Fiksi’ memiliki suatu nilai kebenaran dalam menyampaikan kebebasan berbicara dan berekspresi. “Karena apa yang mereka sampaikan, menurut kami adalah suatu yang memiliki nilai kebenaran”.

Jadi, menurut Habiburokhman fiksi adalah kebenaran. Hal yang mengada-ada boleh diklaim sebagai kebenaran atas nama kebebasan berbicara dan berekspresi. Lantas, siapa saja disini yang bebas berbicara dan berekspresi tanpa khawatir bakal didemo habis-habisan dan dipersekusi, atau dilaporkan kepihak berwajib? Novel Bamukmin, yang rajin sambangi Mabes Polri, tumben belum nongol-nongol juga sampai hari gini.

Habiburokhman, Egi Sudjana, Ratna Sarumpaet dan kelompoknya cuma punya satu rujukan, “Asal Bukan Jokowi”, apa saja akan dianggap benar. Bagaimanapun sensitifnya, bagaimanapun tidak adilnya bagi sebagian orang, buat mereka semua cuma dianggap pertaruhan. Tapi taruhannya bukan pasal 28 dan 45 seperti yang Habiburokhman bilang, itu cuma akal-akalan.Taruhannya sangat besar ; Menang Pilpres 2019. Singkirkan Jokowi _ Naikkan Prabowo. Persis Anies versus Ahok edisi Jakarta. Tapi kali ini perjuangan mereka bakal lebih berat, karena yang dihadapi bukan lagi masyarakat satu provinsi, seluruh rakyat Indonesia lah yang akan jadi penentu kemenangan.

Saya berani bertaruh, Pilpres 2019 nanti Jokowi pasti menang. Sekali lagi. (Nunik Rachmad, indovoices.com)

Comments
0 Comments

0 komentar