Infomenia

Minggu, 08 April 2018

Ini Puisi Karya Gus Mus yang Heboh Usai Dibacakan Ganjar. Begini Pernyataan Ganjar

 Hasil gambar untuk ganjar baca puisi

Infomenia.net - Puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' ramai diperbincangkan usai dibacakan cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Salah satu bait puisi dianggap menyudutkan umat Islam soal panggilan Azan.

Puisi tersebut dibacakan Ganjar di sebuah acara televisi. Setelah itu, foto Ganjar dengan kutipan puisi 'Puisi Ganjar Pranowo: Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat' viral di media sosial.

Sebenarnya, bukan hanya Ganjar saja yang pernah membawakan puisi tersebut. Puisi yang dibuat pada tahun 1987 itu juga pernah dibacakan oleh mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim pada 2016 lalu.

Selain itu, karya Gus Mus itu juga sempat membuat heboh pada 2016 lalu ketika beredar puisi tiruan. Dilihat detikcom dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), pihak NU langsung memberikan klarifikasi dan menyebut puisi yang beredar adalah hoax. Puisi palsu itu mengambil judul dan stuktur kalimat yang mirip karya Gus Mus namun mengulas makna yang berbeda.

Berikut isi puisi karya Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' yang dikutip detikcom dari situs Kementerian Agama:

Kau ini bagaimana...
Kau bilang aku merdeka
Tapi kau memilihkan untukku segalanya

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku berfkir
Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana...
Kau suruh aku bergerak
Aku bergerak kau waspadai

Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau tuduh aku apatis

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip
Kau tuduh aku kaku

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku toleran
Aku toleran kau tuduh aku plin-plan

Aku harus bagaimana...
Kau suruh aku bekerja
Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa
Tapi khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

Kau suruh aku mengikutimu
Langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum
Kebijaksanaanmu menyepelekannya

Aku kau suruh berdisiplin
Kau mencontohkan yang lain

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat

Kau bilang kau suka damai
Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun
Aku membangun kau merusakkannya

Aku kau suruh menabung
Aku menabung kau menghabiskannya

Kau suruh aku menggarap sawah
Sawahku kau tanami rumah-rumah

Kau bilang aku harus punya rumah
Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi
permainan spekulasimu menjadi-jadi

Aku kau suruh bertanggungjawab
kau sendiri terus berucap Wallahu A'lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur
Aku jujur kau tipu aku

Kau suruh aku sabar
Aku sabar kau injak tengkukku

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku
Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu

Kau bilang kau selalu memikirkanku
Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah
Aku bicara kau bilang aku ceriwis

Kau bilang kritiklah
Aku kritik kau marah

Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternative kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau
Kau tak mau

Aku bilang terserah kita
Kau tak suka

Aku bilang terserah aku
Kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana


Momen Cagub Jateng, Ganjar Pranowo membacakan puisi karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus) tentang azan ramai di media sosial. Ganjar mengaku telah memaafkan orang yang pertama mempersoalkan puisi tersebut.

"Saya senang yang bersangkutan mengakui kedunguan dan meminta maaf. Karena sudah minta maaf komunikasi dengan saya ya saya maafkan," kata Ganjar usai deklarasi pemenangan di Kantor DPC PDIP Demak, Minggu (8/4/2018).

Ganjar pun menganggap persoalan sudah selesai dan tak perlu diperpanjang. "Karena saya tidak ada yang seperti diomongkan mereka. Ya saya anggap sudah selesai," katanya.

"Ya semyum saja lah, wong dia sudah minta maaf 'ya saya yang salah saya yang dungu', dia ngakuin kok," lanjut Ganjar.
Dalam kesempatan ini, Ganjar meminta masyarakat Jateng tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi isu SARA.

"Bagaimana saya berpasangan dengan gus putra kyai masak kita melecehkan (azan). Kita saja berbicara membangun Jawa Tengah material spriritual jadikan satu," katanya.

Ia pun meminta agar masyarakat mengedepankan tabayun ketika mendapati isu di media sosial.
"Cara berfikirnya jangan sampai digeser ke kepentingan kelompok dan dikapitalisasi seolah-olah ini gaya-gaya penistaan, nggak. Masyarakat Jawa Tengah jangan percaya isu SARA, tabayun," tegasnya.

Pasangan Ganjar di Pilgub Jateng, Taj Yasin atau Gus Yasin menambahkan ada sekelompok orang berupaya memfitnah pasangan Ganjar-Yasin.

Gus Yasin dalam sambutannya menyatakan isu penistaan agama kepada Ganjar adalah fitnah. Namun ia meminta pendukung tidak balik menyerang dengan hal yang sama.

"Fitnah yang beredar adalah Ganjar-Yasin menista agama. Itu tidak benar. Mari kita jawab dan respon isu seperti itu secara bersih, santun. Jangan balas fitnah dengan fitnah," jelasnya.

Seperti diketahui puisi tersebut dibuat Gus Mus pada tahun 1987. Sejumlah tokoh seperti Mantan Menteri Desa dari PKB Marwan Jafar juga pernah membacakan puisi tersebut.(detik.com)

Comments
0 Comments

0 komentar