Infomenia

Sabtu, 24 Maret 2018

Greenomics Beberkan Zulkifli Hasan Menhut Terbanyak 'Jual' Lahan Itu Fakta Hukum. No.1 Gak Nyangka

 Hasil gambar untuk zulkifli hasan

Infomenia.net - Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi mengatakan, Zulkifli Hasan yang mereka sebut pejabat (Menteri Kehutanan) ‘penjual’ lahan atau pemberi izin perkebunan terluas adalah Fakta Hukum bukan tuduhan.

“Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (periode 2009-2014) yang menerbitkan izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu hingga seluas 1,64 juta hektare, atau hampir 25 kali lipat luas DKI Jakarta, bukan tuduhan, namun itu adalah fakta hukum,” ujar Vanda Mutia Dewi dalam rilis yang diterima Redaksi Sebarr.com, Jumat (23/3/2018).

Berikut rilis lengkap yang diterima redaksi

Greenomics Indonesia bermaksud menyampaikan tanggapan terbukanya sebagai berikut:

1). Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (periode 2009-2014) yang menerbitkan izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu hingga seluas 1,64 juta hektar, atau hampir 25 kali lipat luas DKI Jakarta, BUKAN TUDUHAN, namun itu adalah FAKTA HUKUM.

2). Izin-izin perkebunan yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (periode 2009-2014) yang setara dengan hampir 70% dari total luas izin perkebunan yang diberikan kepada para pebisnis selama 13 tahun terakhir (2004-2017) adalah merupakan FAKTA HUKUM, BUKAN TUDUHAN.

3). Studi Greenomics Indonesia tersebut mengacu pada fakta-fakta hukum berupa SK dan peta-peta lokasi perizinan, yang ditandatangani oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (periode 2009-2014). Sehingga, hasil studi tersebut, BUKAN TUDUHAN, melainkan FAKTA-FAKTA HUKUM yang dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian tanggapan terbuka ini disampaikan kepada detiknews, mengingat detiknews TIDAK MEMUAT hasil studi dari Greenomics Indonesia dimaksud (Siaran Pers tertanggal 21 Maret 2018) dalam pemberitaannya tersebut.

Terima kasih untuk menjadi perhatian detiknews, dan tanggapan ini disampaikan secara terbuka.

Sebelumnya, Greenomics Indonesia mencap eks Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan sebagai pejabat yang paling banyak ‘menjual’ lahan atau memberi izin perkebunan terluas saat masih menjabat dulu. Zulkifli menepis tuduhan itu.

“Saya masih lihat datanya karena zaman itu yang paling penting waktu itu saya adalah hutan tanaman rakyat. Saya mencanangkan 3 juta (hektare), berhasil kita bagi, mungkin 1,3 juta (hektare), itu yang diteruskan sekarang sama pak presiden sebagai perhutanan sosial,” kata Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menurut Zulkifli yang kini menjabat Ketua MPR, langkah dia membuka lahan saat menjabat Menteri Kehutanan karena beberapa faktor. Saat itu, kata Zul, pemerintah ingin melakukan swasembada beberapa jenis pangan.

“Kita dulu ingin ada swasembada gula, dimana tanahnya tidak ada lagi. Kalau 1 juta (hektare), ada di mana tanahnya? Yang ada itu tinggal di Papua,” beber Zulkifli.

“Nah, dulu kita ada program 300 ribu atau 400 ribu (hektare) itu untuk gula dan memperluas pertanian dan booming perkebunan pada waktu itu. Tetapi, setelah dicoba, tidak mudah karena tanam gula hamanya di sana. Jadi, hutan tanam gula tidak bisa, jadi tidak bisa lanjut,” imbuh Zul.

Lahan yang dibukanya saat itu juga disebut Zulkifli diperuntukkan bagi sektor pertanian. Namun, setelah kebijakan dieksekusi, timbul masalah baru.

“Juga pertanian tidak bisa lanjut karena infrastrukturnya belum ada, tidak bisa lanjut juga karena orang-orangnya belum ada. Jadi, nanti kita lihat lebih jelas. Ini kan respons karena Pak Amien toh,” tegas dia.(detik.com)


Comments
0 Comments

0 komentar