Infomenia

Rabu, 21 Maret 2018

Bikin Malu! Hanafi Rais Bela Ayahnya, Ternyata Malah Gagal Paham. Begini Penjelasan Cerdas Soal Reforma Agraria

 Hasil gambar untuk hanafi rais

Infomenia.net - Memahami Reforma Agraria bukanlah persoalan mudah. Apalagi dengan kondisi negara yang sudah kacau pengelolaannya sejak dipimpin orde baru atau kroni Soeharto. Reforma Agraria pada dewasa ini tidak bisa dengan mudah dilakukan seideal dalam konsep awalnya. Saat ini sudah begitu banyak konflik yang terjadi dan kekacauan pertanahan yang seperti benang kusut.

Karena itu, yang paling penting dilakukan dalam waktu cepat adalah menyelamatkan tanah yang belum berkonflik dan memastikan status kepemilikannya. Dan dalam konsep reforma agraria, tanah tersebut tidak boleh dijual tetapi harusnya dikelola oleh si pemilik supaya produktif. Itulah mengapa Presiden terus mengingatkan pentingnya sertifikat tanah digadaikan untuk mendapatkan modal usaha, bukan dijual.

Itulah yang terus dilakukan Jokowi untuk mengamankan hak tanah yang dimiliki warga. Mengejar kepastian hukum dan juga membuat program Perhutanan Sosial. Hal yang menjadi awal reforma agraria Nawacita edisi pertama. Sayangnya hal ini malah disebut pengibulan oleh Amien Rais.

Pengibulan tidak dilakukan oleh Jokowi, melainkan sebuah pencerahan dan kepastian masa depan bagi rakyat yang belum punya sertifikat. Amien Rais menyinggung soal 74% dimiliki sekelompok orang hanyalah sebuah modus mengalihkan perhatian rakyat bahwa Jokowi memang berbuat benar dengan membagi-bagikan sertifikat gratis. Dan modus yang sama dilakukan anaknya, Hanafi Rais, dengan menyinggung soal reforma agraria.

“Seharusnya, jika serius melakukan reforma agraria maka pemerintah perlu mengambil alih perusahaan tambang dan sawit untuk dibagi rata ke masyarakat.” kata Hanafi

Inilah yang namanya gagal paham. Bagaimana bisa dia mengatakan hal tersebut?? Mengambil alih dan dibagi rata apakah Hanafi paham maksudnya itu?? Kalau mengambil alih bukannya harus menggunakan uang yang banyak?? Dari mana uang Indonesia?? Mau tambah utang?? Nanti ribut lagi Indonesia banyak utang.

Dan pemikiran mengambil alih ini bukanlah pemahaman reforma agraria yang sebenarnya. Hanafi benar-benar gagal paham. Reforma agraria bukanlah program bagi-bagi tanah. Reforma agraria adalah program mensejahterakan rakyat melalui tanah. Tanah harus dijadikan produktif untuk mensejahterakan, bukan bagi-bagi tanah.

Itulah inti dari reforma agraria. Tanah untuk kesejahteraan rakyat. Pembagian bagian tanah untuk rakyat, untuk pengusaha, dan untuk pemerintah dibagi sedemikian rupa dan diolah menjadi tanah yang produktif. 

Kegagalan seperti ini sering terjadi dan akhirnya banyak yang menganggap apa yang dilakukan oleh Jokowi hanyalah program bagi-bagi sertifikat tanah. Padahal dibalik itu ada semangat untuk mensejahterakan.

Ketika salah memahami masalah reforma agraria akhirnya wajar saja jadi salah juga mengkritisinya. Tidak si bapak, tidak juga si anak. Bukti bahwa memang benar buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bapak kritik tanpa dasar benar, anak bicara reforma agraria tanpa pemahaman yang benar.

Salam Reforma Agraria.

(Palti Hutabarat.indovoices.com)

Comments
0 Comments

0 komentar