Infomenia

Sabtu, 06 Januari 2018

Ombudsman Tersinggung Ucapan "HIts Banget" Wagub DKI, Jawaban Sandiaga Uno Ini Kebangeten Banget

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPW IKM) DKI Jakarta periode 2017-2022 di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulogadung, Jalan Pemuda No.17 Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018).

Infomenia.net -Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjelaskan mengenai maksud ungkapannya yang menyebut Ombudsman RI hits banget.

Penjelasan tersebut ia ungkapkan saat menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPW IKM) DKI Jakarta di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulogadung, Jalan Pemuda No.17 Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018).

"Ya kan Pak Adrianus (Komisioner Ombudsman RI) memberikan masukan ke kita, dan itu jadi trending topic jadi sangat hits," ujar Sandi, Sabtu.

Sandi mengatakan, tak ada yang salah terkait masukan yang diberikan Ombudsman RI kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Dan menurut saya itu masukan yang baik, dan saya berterimakasih ke Pak Adrianus," sebut Sandi.

(Baca juga : Sandiaga: Kami Minta Bantuan Ombudsman yang Hits Banget untuk Pantau Tanah Abang)

Sebelumnya Komisioner Ombudsman Republik Insonesia (ORI), Adrianus Meilala menyayangkan sikap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang menggunakan kata 'hits' saat meminta bantuan Ombudsman untuk mengawasi penataan Tanah Abang.

"Udah salah memahami tugas Ombudsman, kami masih diledek pula.

Ledekan itu terkait penggunaan kata 'hits' ya," ujar Adrianus melalui keterangan tertulis, Sabtu (6/1/2018).

Adrianus mengatakan, ungkapan Sandi pada Jumat (5/1/2018) malam saat menggelar konferensi pers terkait evaluasi penataan Tanah Abang tersebut mengindikasikan ketidakmengertiannya mengenai tugas Ombudsman.

Menurutnya, Ombudsman tidak mengawasi individu, swasta atau elemen masyarakat. Tetapi mengawasi elemen negara baik kementerian, lembaga, pemda maupun BUMN/D menyangkut pelayanan publiknya.

Beberapa waktu lalu, Ombudsman RI menemukan malaadministrasi berupa penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, hingga pembiaran yang dilakukan oknum Satpol PP terhadap PKL di sejumlah daerah di Ibu Kota.

Adrianus mengatakan, temuan itu didapatkan setelah pihaknya melakukan monitoring di tujuh lokasi yang rawan PKL, yakni Pasar Tanah Abang, kawasan Stasiun Tebet, Setiabudi, Menara Imperium, kawasan Jatinegara, Setiabudi Perbanas, dan kawasan Stasiun Manggarai.

Ombudsman juga merekam oknum Satpol PP yang melakukan pungutan liar terhadap PKL untuk membuktikan hasil investigasi mereka.

Comments
0 Comments

0 komentar