Komunitas Ini Ungkap Berbagai Kejanggalan Program "Ok Otrip" Anies Sandi, Isinya Bikin Ngelus Dada

Kartu OK Otrip

Infomenia.net -Komunitas Transportasi Indonesia melayangkan kritik kepada program 'Ok Otrip' Pemprov DKI Jakarta yang baru beberapa hari diluncurkan. Dalam keterangan persnya yang berjudul “Catatan Kritis Program Ok Otrip” pada hari Kamis (28/12/2017),  Ketua Presidium Komunitas Transportasi Indonesia, Musa Emyus, mempertanyakan berbagai kejanggalan program yang menjadi andalan Anies-Sandi saat kampanye itu.

Pertama, kata Musa, menyangkut biaya. Musa mempertanyakan pembayaran Rp 5.000 untuk sekali perjalanan dari first mile sampai last mile dengan menggunakan kartu berpindah-pindah moda transportasi. Menurutnya, fungsi kartu hanya mampu dibaca satu perintah oleh mesin pembaca dan memotong uang (fungsi uang elektronik) atau membaca validasi waktu (biasanya untuk kartu berlangganan).

"Sedangkan gate dirancang untuk membaca kartu dengan satu fungsi tersebut namun gate bisa ditanamkan alat pembaca yang bisa membaca pemotongan maupun validasi seperti yang sudah dikembangkan di gate Commuter line milik PT. KAI. Gate Commuter line yang tadinya hanya membaca kartu yang dikeluarkan oleh Commuter line saja, kini mampu membaca kartu uang elektronik milik Bank," tulis Musa.

Kedua, lanjut Musa, pihaknya juga mempertanyakan mekanisme pembayaran Ok Otrip. Musa menilai, kartu Ok Otrip sendiri bertentangan dengan program gerakan non tunai yang kartu pembayarannya diterbitkan oleh Bank sebagai lembaga keuangan. Musa juga menuding PT. Trans Jakarta telah melakukan logika berfikir terbalik dari terbuka menjadi tertutup.

"Kartu yang diterbitkan oleh Bank dirancang untuk bisa digunakan untuk seluruh moda pembayaran dalam gerakan non tunai, baik membayar tol, naik angkutan umum, dan lain sebagainya dan sudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, PT. KAI berbenah diri agar gate-nya bisa digunakan oleh kartu yang diterbitkan oleh Bank agar bisa meningkatkan penumpang dan memudahkan masyarakat. Maka sungguh ironis, demi memuaskan nafsu pemegang sahamnya PT. Trans Jakarta telah “melacurkan” logika bisnis dan berfikirnya," demikian Musa.

Ketiga, Musa menyoroti pengguna kartu Ok Otrip. Pasalnya, masyarakat yang sudah memiliki kartu uang elektronik diharuskan membeli kartu Ok Otrip bila ingin menggunakan program Ok Otrip. Menurut Musa, hal itu melanggar hak konsumen pengguna uang elektronik untuk dapat menggunakan uang elektronik untuk seluruh moda pembayaran.


"Untuk itu, Komunitas Transportasi Indonesia mengimbau kepada Gubernur DKI Jakarta untuk meninjau kembali program Ok Otrip yang sudah kadung diluncurkan," kata Musa.


"Jangan memaksakan untuk memenuhi janji kampanye yang hanya berujung menciptakan proyek saja. Pikirkan yang dibutuhkan oleh pengguna angkutan umum massal. Pencitraan boleh saja asal tidak membodohi dan merugikan masyarakat," imbuhnya.jitunews.com






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Komunitas Ini Ungkap Berbagai Kejanggalan Program "Ok Otrip" Anies Sandi, Isinya Bikin Ngelus Dada"

Posting Komentar