Infomenia

Minggu, 10 Desember 2017

9 Fakta Dibalik Pengusiran Ustad Abdul Somad, Nomer 9 Bikin Ormas dan Warga Bali Diacungi Jempol



Infomenia.net -Sebuah fakta yang terungkap, namun banyak pihak yang memframing/spin fakta sebenarnya. Berikut klarifikasi soal pengusiran ustad Abdul Somad yang diposting netizen melalui akun twitternya @AnonBumi:



 1. Ustad Somad datang ke Bali untuk berceramah pada hari Jumat, 7 Desember 2017.

2. Bali menyambut baik siapapun yang datang ke Bali. Mau berceramah juga silahkan, karena Islam adalah salah satu agama yang diakui secara sah di NKRI.
3. Bali sangat perlu untuk menyatukan komitmen, visi dan misi dengan ustad Abdul Somad. Ustad Abdul Somad adalah anak bangsa yang cinta NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan Sang Saka Merah Putih.

4. Ternyata Ustad Abdul Somad menolak mencium Sang Saka Merah Putih. Kenapa beliau menolak? Silahkan menanyakan alasannya kepada ustad Abdul Somad. Ini melalui proses yang panjang yang melelahkan sampai berjam-jam di dalam ruangan tertutup di Hotel Aston, Gatsu Barat, Denpasar, Bali.
5. Bali tidak memaksa, jika ustad Abdul Somad memang tidak menyamakan komitmen, visi dan misi sebagai anak bangsa yang cinta NKRI. Ya berarti silahkan pulang.
6. Ustad Somad tetap menolak mencium Sang Saka Merah Putih. Itu artinya ustad Abdul Somad yang memilih untuk pulang dan tidak melanjutkan acara ceramahnya di Bali.
7. Saat berita nomer 6 diketahui masyarakat Bali yang berkumpul di depan Hotel Aston, suasana menjadi ramai meminta ustad Abdul Somad agar segera pulang. Poin ketujuh inilah yang diberitakan sana-sini bahwa ustad Abdul Somad diusir dari Bali, padahal ustad Abdul Somad sendiri yang sudah memilih untuk pulang.
8. Akhirnya ustad Abdul Somad berubah pikiran. Akhirnya dia mau melakukan semua komitmen, visi dan misi yang dirundingkan di Hotel Aston.
9. Karena komitmen, visi dan misi sudah sama, Bali mempersilahkan ustad Abdul Somad melanjutkan tujuannya datang ke Bali untuk berceramah. Ustad Abdul Somad malah dikawal dengan baik oleh perwakilan masyarakat Bali dan anggota keamanan.
Sekian dan Terima Kasih
(suaraislam)

Comments
0 Comments

0 komentar