Pengusaha Restoran dan UMKM Menjerit, Dalam Waktu 2 Hari Rencana Kenaikan Pajak Yang Dilontarkan Sandiaga Uno Berubah Begini

Sandiaga Klarifikasi Rencana Kenaikan Pajak Restoran

Infomenia.net -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan adanya kenaikan pendapatan daerah. Sandiaga akan menggodoknya dengan Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah dan Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD).

"Saya pengin pendapatan naik, saya ingin ada penghematan, saya pengin ada realokasi (anggaran). Nantinya bekerja sama dengan Pak Sekda dan TPAD," kata Sandi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017).

Ketika ditanya cara meningkatkan pendapatan daerah, Sandi menyebut salah satunya menaikkan pajak restoran yang sekarang berlaku 10 persen. Meski demikian, Sandi tidak memerinci pajak apa yang dimaksud dan belum menargetkan angka tertentu. 

"Belum ada (target angka). Tapi kita minta naik. Paling gampang sih, ini (pajak) restoran. Itu bagus, bisa ditingkatkan kalau ada teknologi digital," ujar dia.

Sandi pun melihat ada potensi lain selain menaikkan pajak restoran. Karena itu, dia akan berdiskusi dengan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri.

"Nantilah kita buka. Saya bilang, 'Pak Edi, besarannya nggak mau kasih beban, tolong dihitung benar.' Tapi feeling saya ini bisa naik. Naiknya berapa, nanti mudah-mudahan bisa cukup menambah," ucap politikus Gerindra itu. 


Sandiaga Tarik Ucapan Soal Kenaikan Pajak Restoran


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklarifikasi pernyataannya soal rencana menaikkan pajak restoran. Kata dia, tak ada rencana menaikan pajak restoran, tapi hanya ingin mendata restoran-restoran yang menunggak pajak.

Menurut Sandiaga sistem pendataan restoran penunggak pajak yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta tidak efektif. Karenanya, dia ingin membuat suatu sistem digital untuk mendata seluruh pembayaran pajak restoran.

"Yang usulan kenaikan pajak restoran itu maksud saya bukan kenaikan pajak rate-nya, tapi collection-nya. Karena selama ini banyak yang tidak ter-collect. Tidak ter-collect karena sistemnya mereka masih manual dan belum digital. Jadi yang ingin saya klarifikasi," papar Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (21/10/2017).

Sandiaga pun meminta para pelaku UKM tidak khawatir. "Jadi, jangan khawatir para UKM-UKM, 'duh pak kita lagi susah nih, omsetnya turun, jangan dinaikin pajaknya'. Maksudnya saya bukan pajak dinaikin, justru collection-nya dengan sistem yang lebih baik,"

Demi merealisasikan pembuatan sistem itu, selanjutnya Sandiaga akan memanggil pejabat Pemprov DKI Jakarta terkait seperti, Kepala BPRD DKI Jakarta Edi Sumantri.

"Ini yang nanti kita tanya ke teman-teman, di Pak Edi dan teman-teman UKM juga dan juga di pariwisata yang membidangi restoran," tutupnya.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan sedang membicarakan suatu kebijakan agar pendapatan daerah naik dengan cara menaikkan pajak. Salah satu potensi pajak yang bisa ditingkatkan dari sektor pajak.

"Saya pengen pendapatan yang naik, saya ingin ada penghematan, saya pengen ada realokasi. Nantinya bekerja sama dengan Pak Sekda dan TPAD. Belum ada (target angka). Tapi kita minta naik. Paling gampang sih, ini (pajak) restoran. Itu bagus, bisa ditingkatkan kalau ada teknologi digital," kata Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017). 
(ams/ams)



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengusaha Restoran dan UMKM Menjerit, Dalam Waktu 2 Hari Rencana Kenaikan Pajak Yang Dilontarkan Sandiaga Uno Berubah Begini"