Innalillahi, Guru Dasrul yang Pernah Viral Karena Dianiaya Murid Kini Telah Meninggal Dunia, Lantaran.....

Guru Dasrul yang Pernah Dianiaya Murid Meninggal karena Kecelakaan


Infomenia.net - Dasrul (54), guru SMK Negeri 2 Makassar yang pernah dianiaya murid beserta orangtua murid tersebut, meninggal dunia. Guru Dasrul meninggal karena kecelakaan. 

Guru Dasrul menghembuskan nafas terakhir di ruang perawatan RS Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Jumat (20/10/2017) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Guru Dasrul mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Sultan Hasanuddin, Kab. Gowa, Jumat pagi.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Tambunan kepada detikcom, Sabtu (21/10), menyebutkan guru Dasrul yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi DD 5231 RF bertabrakan dengan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi DD 1179 BE, yang dikemudikan Awaluddin (43), yang berstatus anggota Polri.

"Guru Dasrul mengalami sejumlah luka bengkak di kepalanya, darah keluar dari telinga dan hidung, Guru Dasrul sempat dilarikan ke RS Syekh Yusuf Gowa," ujar Tambunan.

Saat ini jenazah Guru Dasrul disemayamkan di rumah duka, di kompleks BTN Gowa Lestari, Batangkaluku, Kab. Gowa, Sulsel. 

Guru Dasrul merupakan guru yang coba disiplinkan siswanya yang nakal. Tapi Dasrul malah mendapatkan bogem mentah dari siswa dan orang tuanya hingga tulang hidungnya patah. Kini Dasrul mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam catatan detikcom, Rabu (24/5/2017), Dasrul awalnya menegur siswanya, AS pada Agustus 2016. Tapi AS malah mengumpat dengan kata-kata kotor kepada Dasrul. Guru SMKN 2 Makassar itu lalu mendisiplinkan siswanya tersebut. 
(mna/rna)


Guru Dasrul: Disiplinkan Siswa, Balik Ditonjok

 Guru Dasrul disiplinkan siswanya yang nakal. Tapi Dasrul malah mendapatkan bogem mentah dari siswa dan orang tuanya hingga tulang hidungnya patah. Kini Dasrul mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam catatan detikcom, Rabu (24/5/2017), Dasrul awalnya menegur siswanya, AS pada Agustus 2016. Tapi AS malah mengumpat dengan kata-kata kotor kepada Dasrul. Guru SMKN 2 Makassar itu lalu mendisiplinkan siswanya tersebut.
Guru Dasrul: Disiplinkan Siswa, Balik Ditonjok, Cari Keadilan ke MK

Bukannya menuruti arahan gurunya, AS malah mengadukan hal itu ke ayahnya, Adnan Ahmad. Sang ayah naik pitam dan bersama AS mendatangi Dasrul. Tanpa babibu, bogem mentah melayang ke muka Dasrul. Darah pun mengucur dari hidung Dasrul.

"Saya emosi sewaktu mau menanyakan mengapa dia memukul anak saya, saat saya hampiri mukanya kelihatan emosi jadi saya pukul," tutur Adnan. 

Dasrul tak terima dengan hal itu dan melaporkan perbuatan AS dan Adnan ke polisi. Suasana semakin panas karena AS dan Adnan ikut melaporkan balik Dasrul. Demo pun muncul di Makassar meminta Dasrul tidak dikriminalisasikan.


Kasus pun bergulir ke pengadilan. AS dan Adnan diadili dalam berkas terpisah. Awalnya Dasrul memaafkan AS sehingga AS tak perlu menjalani proses persidangan.


"Pak Dasrul dengan kebesaran jiwanya telah memaafkan AS, kedua pihak telah menempuh jalan damai, dengan demikian sidang lanjutan pada AS tidak ada lagi, kami berterimakasih dan memohon maaf pada Pak Dasrul dan keluarganya," tutur kuasa hukum AS, Gafur di PN Makassar pada 6 September 2016.

Namun belakangan, maaf itu dicabut sehingga AS tetap harus diadili. Kuasa hukum Dasrul, Aziz Pangeran menyebutkan pembatalan diversi yang dilakukan oleh Dasrul berdasarkan pertimbangan pribadi Dasrul dan keluarganya. Selain itu juga atas masukan pengurus PGRI Sulsel dan rekan sejawat Dasrul di SMKN 2 Makassar.
Guru Dasrul: Disiplinkan Siswa, Balik Ditonjok, Cari Keadilan ke MK

"Secara pribadi Dasrul telah memaafkan kasus pemukulan muridnya, namun pembatalan diversi ini bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku dan pembelajaran bagi siswa-siswa lainnya agar tidak melakukan kekerasan terhadap gurunya," ucap Aziz.



Setelah hampir setahun berlalu, Dasrul kini mencari keadilan ke MK. Bersama guru konseling di SMA Pusaka I Duren Sawit, Jakarta Timur, Hanna Novita Purnama, Hanna meminta UU Perlindungan Anak diberi tafsir tegas sehingga tak jadi pasal karet. Aturan yang dimaksud yaitu Pasal 9 ayat 1a UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal itu disebutkan:


Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama perserta didik dan/atau pihak lain.

Padahal Pasal 14 UU Guru dan Dosen menyatakan: 

Dalam melaksanakan tugas, guru berhak memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
Dukungan untuk Dasrul (amang/detikcom)Dukungan untuk Dasrul (amang/detikcom)

Oleh sebab itu, pemohon meminta UU Perlindungan Anak diberikan tafsir yang jelas, tidak multitafsir

"Tidak mencakup tindakan guru dan tenaga kependidikan yang sungguh-sungguh memberikan sanksi dan atau hukuman yang bersifat mendidik untuk tujuan pembinaan atau tindakan mendisiplinkan peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru dan peraturan perundangan," papar kuasa hukum Dasrul-Hanna, M Asrun dalam permohonannya. 
(asp/fdn)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Innalillahi, Guru Dasrul yang Pernah Viral Karena Dianiaya Murid Kini Telah Meninggal Dunia, Lantaran....."

Posting Komentar