Tak Temukan Satupun Anggota PKI, Alasan Mahasiswa Dan Forum Umat Islam Aksi 299 Demo Patung Tugu Tani Bikin Ngakak

Rahmat Himran Berkukuh Patung Tugu Tani Simbol Komunis

Infomenia.net -Selain aksi massa 299 di depan Gedung DPR untuk menolak Perppu Organisasi Kemasyarakatan dan Dugaan Kebangkitan PKI, massa juga akan melakukan aksi di depan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (29/9).

Tugu Tani disasar karena dituding massa aksi yang digagas Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Antikomunisme dan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) sebagai simbol komunis. Padahal, berdasarkan keterangan Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam, Tugu Tani justru terkait pembebasan Irian Barat.

"Menurut saya siapapun boleh berpendapat. Tapi, saya percaya dari [keterangan] senior-senior saya para pegiat antikomunis dan para purnawirawan bahwa Tugu Tani adalah simbol PKI," ujar Koordinator FUIB Rahmat Himran kepada wartawan di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (28/9).

Tak hanya itu, Rahmat pun menegaskan bahwa Tugu Tani adalah simbol komunisme yang masih tersisa di tengah kota Jakarta. Patung itu menggambarkan seorang perempuan dan lelaki bercaping memegang senapan dengan bayonet.


"Patung ini dibangun karena terjadinya sejarah kelam peristiwa PKI di Indonesia, dengan menggambarkan patung tani yang menari, memegang senjata dan pakai topi petani. Ini PKI sekali," ujar Rahmat.

Atas dasar itu, Rahmat dan kawan-kawan pun menilai patung yang sebetulnya diletakkan dan diresmikan Presiden pertama RI, Sukarno silam sangat cocok untuk dijadikan tempat aksi menolak komunisme yang ditudingnya hendak tumbuh lagi di Indonesia.

Sementara itu, sebelumnya di waktu dan tempat terpisah, kepada CNNIndonesia.com, Asvi menerangkan sejarah tentang kehadiran Tugu Tani.

"Tema idenya bercerita tentang seorang ibu yang melepas anaknya yang mau pergi perang. Itu simbol petani, itu simbol rakyat yang mendukung perjuangan militer membebaskan Irian Barat, bukan tentara komunis," ujar Asvi.

Pada tembok yang menopang keberadaan patung itu disematkan pula prasasti bertuliskan, 'Hanja Bangsa Jang Menghargai Pahlawan-Pahlawannja Dapat Mendjadi Bangsa Jang Besar'.

Kemudian, patung itu menjadi sumbangan Uni Soviet kepada Indonesia sebagai dua negara yang bersahabat kala itu. Sedari dulu pun, Uni Soviet banyak membantu pembangunan di Indonesia, misalnya Stadion Gelora Bung Karno di Senayan, yang pada masa Orde Baru namanya diubah menjadi Stadion Utama Senayan.

Karena itu, Asvi menilai, aksi 299 yang salah satunya berlokasi di Tugu Tani menjadi tidak 'nyambung' antara konteks sejarah dan tema aksi yang bertujuan mengingatkan kembali bahaya komunisme.

"Jadi tidak masuk akal, karena konteksnya Tugu Tani itu simbol perjuangan Pembebasan Irian Barat, bukan komunis," ujar Asvi



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tak Temukan Satupun Anggota PKI, Alasan Mahasiswa Dan Forum Umat Islam Aksi 299 Demo Patung Tugu Tani Bikin Ngakak"

Posting Komentar