Proses Hukum Pelaku Pembubaran Ibadah Di Pulogebang Tetap Berlanjut Meski Ada Mediasi Dan Surat Maaf

Hasil gambar untuk Kasus pembubaran ibadah Sabtu Ceria oleh seorang penghuni di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu lalu, akhirnya di mediasi oleh kepolisian. Meski telah berdamai, kasus ini tetap diproses hukum.

Infomenia.net -Kasus pembubaran ibadah Sabtu Ceria oleh seorang penghuni di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu lalu, akhirnya di mediasi oleh kepolisian. Meski telah berdamai, kasus ini tetap diproses hukum.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria dengan penuh emosi dan membawa senjata tajam membuat warga, terutama anak-anak, takut dan membubarkan diri. Sempat terjadi ketegangan di antara warga yang tak terima perbuatan Joker. Tak terima, seorang warga melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Senin (25/9/2017), hari Minggu, Kapolres, Jakarta Timur dan kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, datang untuk memediasi warga. Dalam mediasi, Joker, sang pelaku, akhirnya menyesali perbuatannya dan meminta maaf.


Meski telah menyesal, Kepala Dinas Perumahan mengingatkan pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya jika masih ingin tinggal di rusun. Meski telah dimediasi, proses hukum masih terus berjalan. Joker saat ini tengah diperiksa di Polres Jakarta Timur.

Beragamnya latar belakang penghuni rusun membuat perselisihan sangat rentan terjadi. Toleransi dan pengertian terhadap sesama dalam beraktivitas menjadi hal yang sangat penting.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Hukum Pelaku Pembubaran Ibadah Di Pulogebang Tetap Berlanjut Meski Ada Mediasi Dan Surat Maaf "

Posting Komentar