Butuh 8 Hari Untuk Periksa Rekening Bos First Travel, Terungkap Uang Ribuan Jamaah Larinya Buat Beginian Yang Terbesar

Dana dari Rekening Anniesa Hasibuan Mengalir ke New York dan London, Fesyen Show dan Restoran?

Infomenia.net -Setelah sekitar 8 hari menelusuri aliran dana dari rekening milik bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan hasilnya, Selasa (29/8/2017).

Antara lain ditemukan bahwa uang yang disetorkan ribuan calon jemaah umrah malah dipakai untuk kegiatan fesyen di New York, Amerika Serikat.

Anniesa memang dikenal sebagai salah satu perancang busana, khususnya busana Muslim. Ia pun diketahui mengikuti New York Fashion Week Spring/Summer 2017 lalu.
Diduga sebagian pendanaannya memakai uang yang disetor para jemaah untuk berangkat umrah ke Tanah Suci.

"Iya ada (aliran dana), satu ke New York gitu. Ya yang ada hubungannya dengan fesyennya," kata Kepala Pusat Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, saat ditemui di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017)
Kiagus mengungkapkan, aliran dana berasal dari rekening milik Anniesa.

Rekening tersebut menampung uang perjalanan umrah yang telah disetorkan puluhan ribu calon jemaah umrah.

Ia menolak merinci lebih jauh transaksi keuangan yang ditemukannya, tetapi mengisyaratkan bahwa ada aliran dana ke New York dan London.

"Saya lupa di NY itu siapa, dan karena sekarang sudah tidak berada di kantor jadi tidak bisa lihat arsip dokumennya. Tetapi yang jelas di London ada satu aset yang menurut transaksinya dibeli langsung dari rekening yang bersangkutan. (Restoran?) Kurang lebih begitulah! Saya tidak bisa menyebutkannya secara pasti," ujar Kiagus.

Aliran dana ke New York diduga untuk membiayai keikutsertaan Anniesa Hasibuan dalam New York Fashion Week (NYFW).

Sedangkan aliran dana ke London diduga untuk membeli saham sebuah restoran di London, Inggris, sebesar 40 persen.

PPATK tengah menelusuri apakah masih terdapat sisa dana dari pembelian saham restoran tersebut.
"Iya. Kalau transaksi ke luar negeri itu ada. Tapi itu nanti ditelusuri lagi apakah sisa dananya masih ada," ucap Kiagus.

Di sisi lain, berdasarkan penelusuran dan analisis PPATK, ditemukan adanya sisa aset milik Andika-Anniesa sebesar Rp 7 miliar.

Seluruh sisa aset tersebut tersimpan dalam 50 rekening yang sudah dibekukan oleh PPATK. Selain itu, ada juga sisa aset yang berbentuk asuransi.

Dari analisis, PPATK juga menduga adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

"Kalau ada upaya untuk menyamarkan dana hasil kejahatan ya itu TPPU. Mestinya ada TPPU-nya," kata Kiagus.

Serahkan ke Bareskrim

PPATK telah menyerahkan hasil penelusuran dan analisis aliran dana First Travel tersebut ke penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Hal itu seakan menjawab pernyataan polisi yang mengatakan belum bisa melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap First Travel' karena belum menerima laporan penelusuran transaksi keuangan agen itu dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK; pada Senin (28/8) sore, PPATK menyerahkan laporan tersebut kepada polisi.

Ketua PPATK Kiagus mengatakan telah mengutus dua direkturnya untuk menyerahkan langsung laporan dimaksud kepada Direktur Tindak Pidana Umum Herry Rudolf Nahak.
"Permintaan teman-teman Polri kepada kami baru diajukan tanggal 21 Agustus lalu. Tadi sore (28/8) dua orang direktur saya minta berkoordinasi dengan Dirtipidum Mabes Polri untuk menyerahkan hasil analisa PPATK. Jadi relatif waktu yang kami lakukan tidak terlalu lama, dari tanggal 21-28 Agustus, dipotong dua hari libur saat weekend," tutur Kiagus.

"Sebenarnya waktu kasus ini mencuat kita sudah mulai menelusuri dan menganalisa. Rentang waktu yang kami lihat adalah mulai First Travel berdiri tahun 2011 hingga Agustus 2017. Rentang waktu yang panjang ini yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menelitinya," tambahnya.

Pencucian uang

PPATK yakin bisa mengungkap pelanggaran hukum yang dilakukan First Travel yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 848 miliar.

Untuk aliran uang ke luar Indonesia, PPATK berencana menghubungi otoritaS berwenang di Amerika dan Inggris, antara lain Financial Crimes Enforcement Network atau FinCEN.
Salah satu target PPATK menghubungi Financial Crimes Enforcement Network adalah melihat ada tidaknya upaya pencucian uang yang dilakukan First Travel.

"Definisi tindak pidana pencucian uang itu adalah segala perbuatan yang bertujuan untuk menyamarkan atau menyembunyikan asal-usul aset atau kekayaan, yang diperoleh secara illegal, menjadi seolah-olah legal, maka ini namanya tindak pidana pencucian uang.
Kalau umpamanya seseorang melakukan tindak pidana, baik itu penipuan atau penggelapan, lalu memasukkan uang ke bank dan dibelikan barang, atau dialihnamakan kepada orang lain, maka jelas ini merupakan tindak pidana pencucian uang," ujar Kiagus.

Apakah ada indikasi First Travel melakukan pencucian uang?
"Ini yang harus diselidiki lebih lanjut, bagaimana prosesnya. Apakah ia sengaja memindahkan uang untuk tujuan menyembunyikan atau menyamarkan kekayaannya? Jika ada, berarti ini tindak pidana pencucian uang," ujarnya. (Tribun/Kompas.com)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Butuh 8 Hari Untuk Periksa Rekening Bos First Travel, Terungkap Uang Ribuan Jamaah Larinya Buat Beginian Yang Terbesar"

Posting Komentar