Ternyata Ini Alasan Pelaku Keroyok dan Bakar Joya di Bekasi, Sepele…

Tukang servis televisi di Bekasi dibakar hidup-hidup. Foto via youtube

Infomenia.net -Polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tukang servis ampli di Bekasi.
Dua tersangka tersebut menjadi otak pengeroyokan berujung pembakaran hidup-hidup tukang servis ampli di Bekasi, Muhamad Alzahra alias Joya (30).
“Sudah ada dua tersangka. NA (39) wiraswasta dan SU (40) seorang security,” ungkap Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adisaputra, Senin (7/8).
Polisi juga menyatakan bahwa masih ada lima orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka atas tragedi yang terjadi di Kampung Muara RT 12 RW 07, Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan, Selasa (1/8) lalu.
Asep menyatakan, kini pihak masih melakukan pengejaran terhadap lima tersangka dimaksud yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Ya lebih baik menyerah saja. Kami sudah ketahui identitasnya. Kami pasti akan mengejar mereka semua,” tegas Asep.


Asep menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, keduanya berasalan tega mengkeroyok Joya lantaran kesal Joya telah mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah.
“Alasan tersangka hanya karena MA mencuri amplifier saja,” ucap Asep.

Tukang servis televisi di Bekasi dibakar hidup-hidup. Foto via youtube
Atas perbuatannya itu, dua tersangka dan lima tersangka yang masih buron itu, pihaknya menyangkakan pasal 170 Ayat (2) ke-3e KUHP.
“Ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” lanjutnya.

Asep menambahkan, meski Joya dinyatakan sebagai pelaku pencurian ampli di musala tersebut, ia tak sepantasnya mendapat penyiksaan.
Menurutnya, tidak sepatutnya warga berperilaku buas dan main hakim sendiri hingga menyebabkan pelaku meninggal dunia dengan cara dibakar hidup-hidup.
Asep menjelaskan, Joya dilindugi adanya Hak Asasi Manusia (HAM) dan ada Undang-undang yang juga mengaturnya.
“Negara kita, negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri,” katanya.
“Ada undang-undang juga mengamanatkan kepada seluruh WNI apabila menemukan tindak kejahatan boleh mengamankan, tertangkap tangan sifatnya atau tertakap basah namun UU juga menginsyaraktkan bahwa selanjutnya adalah agar setelah itu diserahkan kepada pihak yang berwajib,” tutupnya.

(ruh/pojoksatu)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ternyata Ini Alasan Pelaku Keroyok dan Bakar Joya di Bekasi, Sepele…"

Posting Komentar