Sekjen FPI, Novel Bakmukmin Ketakutan Gara - Gara Ini

Hasil gambar untuk novel bamukmin

Infomenia.net -Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menyebut, dirinya kini telah mencari tempat persembunyian yang aman alias mengungsi, akibat dari banyaknya teror yang ia terima.
"Jadi saya sudah ngungsi lah, udah ngamanin diri lah. Sudah banyak teman yang kasih informasi memang sudah berbahaya lah ini. Sudah main kasar mereka, sudah membabi buta," ungkap Habib Novel kepada Netralnews.com, Rabu (12/7/2017).
Ia menjelaskan, teror yang ia terima sudah berlangsung sejak lama, bahkan saat terjadinya bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Mei 2017 lalu.
Teror-teror tersebut, merupakan rangkaian teror terhadap FPI dan orang-orang di sekitar ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu.
"Karena seperti saya ceritakan, ini rangkaian dari rangkaian teror sebelumnya, yang Habib Rizieq ditembak dengan sniper, posko-posko FPI yang dilempari bom molotov," ujarnya.
"Kemudian tabligh FPI di Jakarta yang dibom mobil, kemudian saya yang diteror sampai 10 kali bahkan sampai saat ini sudah 11 kali. Iya kansebelum bom Kampung Melayu, itu kan sudah tiga kali, sampai saat ini sudah 11 kali," jelas Habib Novel.
Pernyataan Habib Novel ini dikaitkan dengan kasus pengeroyokan yang menimpa ahli teknologi informasi (TI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah.
Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini menduga, apa yang dialami Hermansyah juga merupakan rangkaian dari aksi teror tersebut.
Hal itu karena Hermansyah pernah membuat pernyataan jika kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang menjerat Habib Rizieq adalah sebuah rekayasa.
"Ini kan Pak Herman ini kan memang ahli ITE dari GNPF-MUI. Karena itu saksi kunci ahli ITE yang bahwa Herman ini menyatakan chat Habib Rizieq itu palsu dan rekayasa," tegasnya.netralnews



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sekjen FPI, Novel Bakmukmin Ketakutan Gara - Gara Ini"

Posting Komentar