Tim Sinkronisasi Anies Sandi Bahas APBD Bersama Sekda DKI, Mereka Langsung Pusing Kak Emma....

Hasil gambar untuk tim sinkronisasi dan sekda DKI

Infomenia.net -Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengaku menjelaskan tentang sistem e-budgeting kepada tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pertemuan dengan tim sinkronisasi yang dimaksud Saefullah berlangsung kemarin, Sabtu (20/5/2017).
“Pertemuan kemarin kami menjelaskan sistem penggaran yang sudah begitu ketat, rinci, dan transparan yaitu di e-budgeting,” ujar Saefullah di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (21/5/2017).
Dengan ketatnya sistem e-budgeting, kata Saefullah, oknum tidak mungkin bisa memasukan anggaran siluman. Saefullah mengatakan sistem tersebut menjamin semua program yang masuk ke dalam APBD untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
“Sehingga intervensi personal, intervensi kepentingan kelompok itu sudah tidak mungkin lagi kita akomodir. (Tidak diakomodir) kalau kepentingan itu tendensius untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Saefullah.
“Kepentingan atau program yang selamat  itu pasti orientasinya untuk masyarakat,” kata Saefullah.
Sistem e-budgeting mulai diterapkan di era kepemimpinan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Selain adanya pengawasan yang ketat dalam sistem e-budgeting, Saefullah mengatakan penganggaran juga semakin ketat karena tidak boleh lagi dilakukan secara gelondongan. Artinya, setiap program harus betul-betul dirinci agar penggunaan anggarannya menjadi jelas.
“Maka pasti setiap kegiatan itu angka nominal anggarannya tidak pernah bulat, misalnya Rp 100 juta. Pasti hasilnya itu ada pecahan karena sudah berbasis komponen. Kalau bulat pasti dia ngarang,” ujar Saefullah.
(kompascom/gerpol)



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Tim Sinkronisasi Anies Sandi Bahas APBD Bersama Sekda DKI, Mereka Langsung Pusing Kak Emma...."

  1. mantap keren .... provinsi lain hrs adopsi sistem ini spy koruptor gigit jari...

    BalasHapus
  2. Smg akan lebih baik kedpn utk Jakarta, krn bial pemimpin jujur, punya integritas dan peduli rakyat maka DKI akan semakin baik dan smg menjadi role model pembangunan manusia dan anggran yg bisa di monitor dgn e budgeting, jadi tdk ada lagi yg main2 dan mark up anggaran lagi.Diburuhkan orang2 yg benar jujur dan transparant dlm mengelola anggaran yang tdk sedikit 70T, angka yg besar, kalau bocor maka pembangunan manusia akan macet total.

    BalasHapus