SEBARKAN - Inilah Daftar Nama Nama Calon Korban Baru Yang Akan Diperlakukan Seperti DR Fiera Dan Afi Nihaya Faradisa



Infomenia.net -Bahaya persekusi Untuk Para pendukung Ahok tampaknya tidak main main, kini mereka malah menyediakan page baru yang isinya adalah database atau sekumpulan orang orang yang akan diteror dan diperlakukan seperti DR Fiera di Solok Sumatra, orang orang ini akan diburu dan diintimidasi oleh anggota Anggota atau laskar FPI untuk dipaksa meminta maaf dan akan digiring ke Kantor polisi, meski merupakan tindakan yang dilarang dan mengancam tampaknya kepolisian belum mengetahui hal ini sehingga tindakan ini harus dicegah secepat mungkin

Dan Berikut Adalah daftar orang orang yang sedang diburu oleh mereka, total ada 45 orang,


Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, dimana Ahok Effect tampaknya memang benar benar terjadi dan membuat mereka semakin menjadi jadi, mereka melakukan hal ini seperti mereka memperlakukan Afi Nihaya, dimana ketika mereka tidak bisa menerima konsep perbedaan atau demokrasi mereka menyerang dengan aksi keroyokan khas mereka dan hal ini harus segera dicegah

Safenet bahkan telah memperdiksi melalui tulisan mereka dan menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap berlangsungnya pembungkaman dalam bentuk aksi teror itu, berapa korban lagi yang mereka inginkan ?? semua orang yang mereka anggap menghina ulama mereka tangkapi dan mereka paksa untuk meminta maaf melalui sebuah surat diatas materai , tapi yang terjadi setelah itu justru mereka memperlakukan mereka secara tidak adil, mereka terus membully bahkan memenjarakannya atas desakan massa, persis yang dialami oleh Ahok dan DR Fiera, Afi Nihaya, dan yang terakhir adalah DR Otto yang ada di kalimantan,

Kepolisian harus segera mencegah hal ini, dan mari kita bersama viralkan dan sebarkan ini, menurut Safenet, inilah bahaya dari persekusi Ahok Effect yang mana harus segera dicegah


Mohon disebarluaskan.
Penting.

SAFEnet Meminta Pemerintah Indonesia Mewaspadai Persekusi The Ahok Effect

Jakarta, 27 Mei 2017 - Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENET) - sebuah jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara - meminta pemerintah Indonesia mewaspadai aksi persekusi yang disebut Efek Ahok (The Ahok Effect). Tindakan persekusi ini sudah menyebar merata di seluruh Indonesia dan perlu menjadi perhatian serius karena tingkat ancamannya yang nyata.

Persekusi atau tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga ini didasarkan atas upaya segelintir pihak untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan agama.

Latar belakang dari persekusi The Ahok Effect ini muncul sejak dipidanakannya Basuki Tjahaja Purnama/Ahok ke pengadilan dengan pasal penodaan agama, muncul kenaikan drastis pelaporan menggunakan pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Lal setelah Ahok divonis bersalah, muncul tindakan persekusi atau pemburuan atas akun-akun yang dianggap menghina agama/ulama di media sosial.

Persekusi ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Lewat Facebook Page, admin mentrackdown orang-orang yang menghina ulama/agama
2. Menginstruksikan massa untuk memburu target yang sudah dibuka identitas, foto, alamat kantor/rumah
3. Aksi gruduk ke kantor/rumahnya oleh massa
4. Dibawa ke polisi dikenakan pasal 28 ayat 2 UU ITE atau pasal 156a KUHP

Indonesia adalah negara hukum maka seharusnya persekusi ini tidak dilakukan karena bila mengacu pada proses hukum yang benar (process due of law)
apabila menemukan posting menodai agama atau ulama:
1. Melakukan somasi
2. Melakukan mediasi secara damai, bukan digruduk massal
3. Bila mediasi tidak berhasil, barulah melaporkan ke polisi
4. Mengawasi jalannya pengadilan agar adil

SAFEnet mengkhawatirkan bila aksi persekusi ini dibiarkan terus-menerus maka akan menjadi ancaman serius pada demokrasi:
* Proses penegakan hukum berdasarkan tekanan massa (mobokrasi)
* Tidak ada kepatuhan hukum padahal Indonesia adalah negara hukum
* Tidak terlindunginya warga negara karena absennya asas praduga tak bersalah
* Terancamnya nyawa target karena tindakan teror
* Bila dibiarkan akan mengancam kebebasan berpendapat secara umum

Oleh karena itu, SAFEnet mendesak Pemerintah Indonesia dan secara khusus:

1. Kapolri untuk melakukan penegakan hukum yang serius pada tindakan persekusi atau pemburuan sewenang-wenang yang dilakukan segelintir pihak ini

2. Menkominfo untuk melakukan upaya yang dianggap perlu untuk meredam persekusi memanfaatkan media sosial ini karena melanggar hak privasi dan mengancam kebebasan berekspresi

3. Pemerintah Indonesia untuk memberi perlindungan kepada orang-orang yang menjadi target dari persekusi ini karena setiap orang harus dijamin untuk dilindungi dengan asas praduga tak bersalah dan terhindar dari ancaman yang membahayakan jiwanya.

Jakarta, 27 Mei 2017

SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network

Narahubung:

Damar Juniarto
Regional Coordinator SAFEnet 089900660000
damar@safenetvoice.org

Dan Inilah Misi Mereka membuat page baru yang berisi daftar orang yang mereka anggap buronan itu,

BAGi mereka yang terindimidasi atau masuk dalam daftar persekusi mereka - bisa menggunakan telepon bantuan pertama ini sebelum mereka benar benar datang
Yg merasa diintimidasi, teror dll oleh ormas radikal.. catat dan hub segera
Call center BANSER NU
082147032711
08179860223


Inilah Alasan Mereka mendata orang orang, anehnya hanya yang mereka anggap ulama lah yang mereka lindungi, tetapi ketika mereka menhina ulama NU tidak akan mereka laporkan, ini merupakan sebuah tindakan pilih kasih atas dasar agama dan kesenangan mereka sendiri


Nah Tunggu Apa Lagi, Mari viralkan dan lawan ini,, tindakan mereka sudah bak pasukan dan inilah yang disebut dengan sleeper cell yang berbahaya, tindakan main hakim sendiri, tidak melibatkan aparat dan berlaku bak aparat itu sendiri,, kepolisian harus segera mengantisipasi hal ini..



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEBARKAN - Inilah Daftar Nama Nama Calon Korban Baru Yang Akan Diperlakukan Seperti DR Fiera Dan Afi Nihaya Faradisa"

Posting Komentar