Jokowi, Petruk Jadi Ratu yang Membuat Dewa Berjubah Putih Lari Terbirit-birit

Hasil gambar untuk jokowi vs rizieq shihab


Infomenia.net - Tampil sebagai politisi sudah. Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan apalagi. Dengan model sederhana. Biasa dan cara pidato yang lumayan buruk. Jokowi tetap berani. Dingin dan tenang. Kemudian menghabisi lawan dengan cara yang amat cerdik. Tidak terlihat tapi terus mengaum pada setiap tempat yang disinggahi. Kita boleh tidak suka. Bahkan menulis status buruk tentangnya ..

"Petruk Jadi Ratu" dalam kisah wayang kulit tentang rakyat jelata atau punakawan yang menempati posisi paling tinggi. Kahyangan (negara para dewa) kaget dan ribut bagaimana mungkin Petruk anak Semar itu bisa menjadi Ratu. Membawahi para bangsawan ningrat dan para kapitalis. gemuk. Posisi Petruk sebagai Ratu seakan membalik logika publik. Menggunakan nalar kebalik dari kebanyakan awam, tapi disitulah yang membuatnya menarik.


Dan Jokowi kurang lebih seperti itu. Pawak an (potongan tubuh) kerempeng. Polos tanpa beban khas rakyat bawah. Terlihat kurang pengetahuan dan cenderung diremehkan. Tapi jangan lupa dalam beberapa kali petarungan head to head : Arjuna selebriti kesayangan para wanita, alumni padepokan guru besar Durna yang dikenal punya perguruan elite dan mahal itu keok. 

Bahkan Prabu Kresna titisan dewa Wishnu yang dikenal sebagai kusir kereta kencana paling canggih itu juga habis napas lalu kembali pulang dengan muka pasi karena malu. Siapa lagi, semua jajaran Pandhawa dibuat malu kecuali Nakula dan Sadewa yang memilih diam. Dan yang paling sensual adalah : Bathara Kala yang sempat menyamar dengan jubah putih itu kini sudah tak lagi jumeneng. Pergi ke negeri seberang dengan alasan bertapa untuk waktu yang tidak ditentukan.


Itulah Petruk, tampil jenaka dengan tawa tipis dikulum. Punya "ajian" mematikan: sarang angin (susuh angin) konon ajian ini membuat lawan keder. Bahkan beberapa dewa dengan jubah putih dan janggut tebal harus tetirah ke kahyangan dengan alasan meditasi atau uzlah. Meski Realitasnya hanya alibi untuk menjauh dari pukulan sarang angin Ratu Petruk.

Presiden adalah capaian tertinggi seorang politisi. Hanya satu orang yang diberi peluang setelah melewati berbagai seleksi dan tarung ketat. Artinya Jokowi lebih cerdik ketimbang Prabowo Soebiyanto dan lebih pintar ketimbang Rizieq. Prabowo boleh pidato tentang kemenangan dan strategi barunya. Pun dengan Rizieq boleh berdalih umrah dan panjang dzikirnya. Tapi tak cukup. Publik sudah beropini: Rizieq lari karena gemetaran. Meski saya berupaya keras untuk berkhusnudzan tapi tetap saja tak dapat memberi rasional kenapa lama tak balik pulang ?

Kita lupa bahwa Jokowi juga panglima bahkan Panglima tertinggi dari Angkatan Bersejata Republik Indoenesia dan Polri. Memerintahkan perang, menyerang, bertahan atau berlari pulang kembali ke barak ... jadi jangan kaget bila Jokowi yang kerempeng itu tiba-tiba menyerang dengan peluru beneran bukan dengan peluru karet .... jadi ... ?

Oleh: Nur Naniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar
Sumber: www.facebook.com/nurbani.yusuf.54?



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jokowi, Petruk Jadi Ratu yang Membuat Dewa Berjubah Putih Lari Terbirit-birit"

Posting Komentar