Infomenia

Rabu, 05 April 2017

Merinding! Ini Permintaan Sederhana Ibunda Korban Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara



Infomenia.net -Kasus pembunuhan di SMA Taruna Nusantara Magelang terus menjadi sorotan publik.
Pasalnya, pelaku dan korban yang terlibat dalam peristiwa ini tak lain adalah siswa sekolah tersebut.
Seorang siswa berinisial AMR menjadi satu-satunya tersangka pelaku setelah ia mengakui perbuatannya yang telah merenggut jiwa temannya, Krisna Wahyu Nurachmad.
Proses hukum atas kasus ini pun terus bergulir.
Ini Akal-akalan AMR Pembunuh Temannya di SMA Taruna untuk Kambinghitamkan Siswa Lain
Rupanya saat melakukan rekrontruksi, rombongan keluarga korban mendatangi pihak sekolah, Senin (3/4/2017).
Foto korban seorang siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, berinisial KW (kanan) yang tewas di tangan temannya, sementara foto lainnya menunjukkan nama sekolah, polisi yang lakukan olah TKP dan pemakaman korban yang menuai derai air mata.
Foto korban seorang siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, berinisial KW (kanan) yang tewas di tangan temannya, sementara foto lainnya menunjukkan nama sekolah, polisi yang lakukan olah TKP dan pemakaman korban yang menuai derai air mata. (IST/INSTAGRAM/KOMPAS/KOLASE)
Ibunda Krisna datang didampingi oleh tiga anaknya yang tak lain adalah kakak korban.
Ia juga ditemani oleh tante serta seorang pengantar dari Akmil.
"Hari ini yang datang ada ibu korban yang didampingi oleh ketiga kakak korban, tante serta pengantar dari Akmil," kata Cecep Iskandar, Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, seperti dikutip dari NOVA.id.
Kedatangan ini bukan untuk mengikuti proses rekrontruksi, melainkan keluarga sengaja ingin berpamitan dengan pihak sekolah.
Selain itu, masih ada permintaan khusus dari ibunda korban.
Umi Isnaningsih, Ibunda Krisna yang merupakan korban dalam kasus ini, meminta agar ponsel milik AMR yang sempat disita segera dikembalikan kepada pemiliknya.
Pasalnya, ponsel itu disita saat dipinjam oleh korban.
Hal itu dimaksudkan agar segala urusan selesai dan korban bisa tenang di sana.
"‎Ibu tadi meminta supaya ponsel yang disita pamong untuk dikembalikan kepada tersangka, karena ponsel tersebut disita pamong akibat dari kesalahan korban yang meminjam dari pelaku," tambah Cecep.
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (kanan) dan Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat olah TKP di Barak SMA Taruna Nusantara, Jumat (31/3/2017).
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (kanan) dan Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat olah TKP di Barak SMA Taruna Nusantara, Jumat (31/3/2017). (Dok Humas Polda Jateng)
Sebelumnya, pihak keluarga memang telah menyatakan ikhlas atas peristiwa yang menimpa Krisna dan menyerahkan seluruhnya kepada hukum.
Hal itu juga diungkapkan oleh Cecep, setelah diadakan pertemuan silaturahmi antara pihak keluarga korban dan sekolah, keluarga mengaku telah ikhlas atas semua peristiwa yang terjadi pada anak bungsu di keluarga itu. 

Comments
0 Comments

0 komentar