Gus Nuril: Pemilih Ahok Tidak Usah Takut



Infomenia.net -Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) mengaku heran atas rencana Tamasya Al-Maidah, yang mengajak seluruh warga Indonesia berpartisipasi mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Jakarta, pada pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI 19 Februari mendatang.
"Orang-orang daerah malah disuruh ke Jakarta untuk apa? Kayak dianggap orang Jakarta gak bisa kerja ngatasi pemilihan gitu. Wong orang pemilihan presiden aja bisa kok, ini dikira polisi-polisi gak bisa kerja apa?," kata Gus Nuril kepada Netralnews.com, Sabtu (1/4/2017).
Dengan mengajak orang-orang dari daerah ke Jakarta yang sebenarnya mereka tidak ada kaitan dengan pesta demokrasi lima tahunan di ibukota ini, menurut Gus Nuril, tak ubahnya seperti gaya Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1965. "Ini sudah mencoba-coba melakukan penerapan sistem PKI, desa mengepung kota," tandasnya.
Karena itu, Gus Nuril meminta agar aparat keamanan dapat bertindak tegas, jika nantinya mereka melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
"Saya minta polisi harus bertindak tegas kalau mereka melakukan tindakan-tindakan yang di luar hukum. Polisi, tentara, harus turun, gak boleh ragu-ragu lagi. Jangan memberikan mereka kesempatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang mengacaukan bangsa dan negara," ungkapnya.
Sementara itu, kepada pendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ia mengimbau agar jangan takut atas rencana kehadiran orang-orang yang mengikuti Tamasya Al-Maidah.
"Saya berharap pemilih-pemilih Ahok tidak usah takut. Orang-orang etnis China, Sunda, Jawa, Batak dan semuanya tidak usah takut," tegas Gus Nuril.
Sebelumnya, Wakil Ketua Gerakan Kemenangan (Gema) Jakarta Farid Poniman sebagai penggerak Aksi Tamasya Al Maidah, menargetkan akan mendatangkan 1,3 juta orang dari luar Jakarta untuk datang memantau tempat pemungutan suara (TPS) saat berlangsungnya pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017 nanti. Kemudian juga menargetkan akan menempatkan 100 orang di tiap TPS.
“Tamasya Al Maidah ini kami menargetkan 1,3 juta orang dari luar Jakarta untuk datang ke Jakarta. Mereka akan jadi pasukan mujahirin-nya. Kemudian kami mempersiapkan juga umat yang ada di Jakarta untuk jadi pasukan ansor yang menerima mereka (peserta aksi Tamasya Al Maidah dari luar Jakarta-red)," kata Farid.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gus Nuril: Pemilih Ahok Tidak Usah Takut"

Posting Komentar