Infomenia

Selasa, 28 Maret 2017

Pria Keturunan China Jadi Marsekal TNI AU, Penghuni Facebook Caci Maki Jokowi



Infomenia.net -Penghuni media sosial tiba-tiba diramaikan oleh berita soal kenaikan pangkat salah satu pejabat tinggi keturunan Tionghoa di lingkungan TNI Angkatan Udara (AU). Sayangnya, keramaian di dunia maya tersebut justru cenderung bersuara negatif.

Dari pantauan Kriminalitas.com, para netizen merujuk pada pengangkatan Marsekal Muda (Marsma) TNI Surya Margono menjadi Dir D Bais TNI. Dilihat dari sejumlah komentar dan postingan, kebanyakan dari para netizen tak bisa menerima kenaikan pangkat seorang perwira keturunan Tionghoa.
“Jokowi melantik marsekal pertama tni au dari etnis tionghoa al dan ad segera menyusul. #waspadalah,” tulis seorang pemilik akun Facebook bernama Ari Leksmana, Minggu (26/3/2017).
“SEJARAH BARU…!!! DI REJIM JOKOWI – JK , TIONGHOA MENJADI MARSEKAL PERTAMA TNI AU,” ujar Rahmad Hidayat Syah, sembari menampilkan foto diri Marsekal Muda TNI Surya Margono.
“Innalilahi Wainailaihi Rojiun. Jokowi MELANTIK MARSEKAL TNI AU dari SUKU TIONGHOA. #ENDEMIRABIES,” ujar pengguna Facebook dengan nama akun Tiffi Tiffany Ayu.
Meski begitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kenaikan pangkat yang diterima oleh Marsma Surya Margono telah melalui penilaian yang ketat.
“Kenaikan pangkat Perwira Tinggi harus ada capaian keberhasilan dalam melaksanakan tugas, reputasi individu dan satuannya diakui serta layak diapresiasi, sehingga mengalir penghargaan sekaligus kehormatan untuk menyandang pangkat lebih tinggi,” ujar Gatot saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat, Kamis (23/3/2017).
Surya Margono sendiri merupakan lelaki kelahiran kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat, 5 Desember 1962. Ia aktif sebagai perwira sejak tahun 1987 dan menjabat sebagai Atase Pertahanan di KBRI Beijing, Cina, sejak 10 September 2009.
Kini dirinya menjabat sebagai Dir D Bais TNI, sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 19/TNI/tahun 2017 tanggal 22 Maret 2017 dan diteruskan dengan Surat Perintah Panglima TNI No Sprin/522/III/2017 tanggal 23 Maret 2017.
Meski begitu, Marsekal Pertama Surya Margono sejatinya bukanlah pejabat tinggi keturunan Tionghoa pertama di tubuh TNI. Sebelumnya, terdapat sejumlah nama Brigadir Jenderal TNI Teguh Santosa, Mayor Jenderal Iskandar Halim, dan Brigadir Jenderal Teddy Yusuf.
Selain itu, juga terdapat nama-nama, seperti Marsekal Pertama TNI Billy Tunas, Laksamana Pertama TNI FX Indarto Iskandar, dan Mayjen Daniel Tjen yang tercatat sebagai anggota TNI keturunan Tionghoa.

Comments
12 Comments

12 komentar

28 Maret 2017 08.56 Delete comments

Dasar keturunan Onta Busuk.. memang siapa yg nentu in manusia keturunan siapa. Lo mau komplain ma Tuhan? Makin lama kau mempermalukan suku dan agamamu karena kebodohanmu.

Reply
avatar
28 Maret 2017 09.22 Delete comments

Wah itu mah nggak usah Jokowi, presiden lainnya dari masa Sukarno juga udah ada .

Reply
avatar
28 Maret 2017 09.57 Delete comments

Sudahlah hentikan segala diskriminasi dari Indonesia. Mau jadi apapun di negri ini hendaknya tidak didasarkan pada etnis/ golongan. Tapi berdasar kompetensinya, kemampuanya. Baru negara ini jadi negara yang besar.

Reply
avatar
28 Maret 2017 10.14 Delete comments

Yg komen negatif itu orang2 bodoh yang engga punya kemampuan, jadinys iri dengki aja gg di duluin. Negara ini terdiri dari bermacam2 suku, agama dan budaya. Melek gan.....

Reply
avatar
28 Maret 2017 11.23 Delete comments

Knp sering kali kalian berfikir negatif klu orang china jadi pejabat tinggi negara bukan kah orang china hidup mati nya di indonesia mana mungkin dia bela negara lain atau sesama kaum nya

Reply
avatar
28 Maret 2017 14.47 Delete comments

Orang goblok yg msh memilah2 pri dan non pri, arab itu juga non pri, rizieq juga non pri klo mau fair....

Reply
avatar
28 Maret 2017 14.58 Delete comments

Selagi masih berintegritas dan brwawasan serta cinta NKRI. Mengapa kita tdk mndukung?

Reply
avatar
29 Maret 2017 03.06 Delete comments

Macam-macam saja nitizen, koq Presiden Jokowi lagi dipersalahkan. Anda hijrah deh ke negara Islam sana.
Saya WNI dan Islam tidak sepakat dgn cara berpikir sempit begini, ini Indonesia Bro/Sis. Semua WNI tanpa berdasar Suku dan Agama, mempunyai kesempatan yg sama, tergantung prestasi Anda. Mari saling menghargai dan mengoreksi yg kondusif serta mencerah.

Reply
avatar
29 Maret 2017 18.06 Delete comments

Lebih baik bagi mereka yang dilantik untuk menduduki jabatan dengan sebuah prestasi yang baik, daripada yang dilantik hanya jabatan untuk merampok uang rakyat.

Reply
avatar
30 Maret 2017 10.02 Delete comments

Yang tidak suka orang lain lebih baik namanya orang sirik, orang sirik biasanya secara tidak langsung memperlihatkan dirinya tidak bisa apa2. Coba tolong intropeksi diri, kenapa orang lain bisa, tp elu koq ga bisa. Bagaimana supaya bisa seperti mereka dan bagaimana bisa membangun bangsa supaya bisa maju.
Klo ga suka sama tinggal di negara yang penduduknya beraneka ragam. Lebih baik elu cari negara yang sama ragamnya sm elu. Kan sudah tau negara indonesia itu bhineka tunggal ika. Apa2 ga suka, pemerintah mengatur ini ga suka, mengangkat siapa ga suka. Lu pikir jadi presiden enak. Lu aja belum tentu bisa ngatur keluarga, mau ngatur penduduk sekian juta jiwa.

Reply
avatar
31 Maret 2017 09.43 Delete comments

saling menghargai......kunci sukses Indonesia semakin maju.kita semua Indonesia, kita semua NKRI

Reply
avatar
19 Juni 2017 12.56 Delete comments

awasi antek antek pemecah belah negara NKRI tercinta ini, ingat kejadian sejarah masalalu dan jangan terulang kembali karena masyarakat kita yang menjadi sengsara.

Reply
avatar