Infomenia

Minggu, 19 Maret 2017

Begini Pujian warga terhadap Ahok terkait makam Mbah Priuk



Infomenia.net - Warga Penjaringan, Jakarta Utara, Umam Imawan (33) mengaku cukup menikmati wisata ke makam Mbah Priuk. Namun harus diakui bahwa sejauh ini fasilitas dan sarana memang belum maksimal.

Karena itu, kebijakan Pemprov DKI Jakarta menjadikan makam Mbah Priuk sebagai cagar budaya adalah pelaksanaan kewajiban pemerintah dalam melayani dan memfasilitasi masyarakat.

"Sekarang jadi cagar budaya buat wisata religi. Artinya kan mau dibangun agar nyaman dan lebih enak buat berziarah. Kebijakan dari Pak Ahok ini saya dukung," katanya, Jakarta, Minggu (19/3).

Umam menambahkan, menjadikan makam Mbah Priuk sebagai cagar budaya adalah kejelian pemerintah melihat kebutuhan masyarakat. Salah satunya kebutuhan untuk beribadah.

"Kalau masjid dibangun, makam Mbah Priuk dibangun, sarana pendekatan kepada Allah SWT dibangun, maka masyarakat pun akan semakin religius untuk taat beribadah. Saya melihat kebijakan Pak Ahok soal cagar budaya dari sudut pandang itu juga," jelas Umam.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa makam Walisongo dan makam para tokoh agama di berbagai daerah juga sudah dilestarikan dan dikembangkan sebagai tempat wisata religius. Karena itu, DKI Jakarta juga harus menjadikan makam Mbah Priok yang sangat bersejarah ini menjadi lokasi wisata religi yang aman dan nyaman.

"Kalau dibangun dan dikembangkan dengan fasilitas memadai, maka bukan hanya warga sekitar Jabodetabek saja yang ziarah, tapi masyarakat dari luar kota juga bisa ziarah ke makam Mbah Priok," jelasnya.

Makam Mbah Priuk memang terlihat semakin ramai dikunjungi warga untuk melakukan wisata religi, terutama setelah ditetapkan sebagai cagar budaya. Penetapan itu disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Sabtu (4/3) lalu.

Ketika itu, Ahok juga datang ke Makam Mbah Priuk dan menyerahkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tentang cagar budaya Makam Mbah Priuk kepada salah satu keturunan Mbah Priuk, Habib Abdullah Sting.

Comments
0 Comments

0 komentar