Terungkap, Begini Cara Denny JA Menipu Klien Survei & Rakyat Indonesia!



Infomenia.net -Gini cara kerjanya, brow. Ada survei (LSI), ada konsultan politik (Denny JA). Keduanya serupa tapi tak sama. Jadi nyebutnya satu tarikan napas: LSI DJA (ditambahin kata “kampret” juga boleh).
Tugas survei menyajikan data. Tugas konsultan mempersepsi & menafsirkan data. Kalau persepsi yang mau dibangun cocok dengan data (dapat “scientific support”), propaganda akan dimainkan dengan bahasa yang akademis dan intelek. Convincing. Meyakinkan. Elu ga bisa bantah, selain kagum aja.
Tapi kalau data ga support, tugas konsultan adalah menggeser opini publik dengan tiga cara.

  1. Cari angle data yang bisa terlihat scientific, ilmiah. Contoh: 60℅ Muslim tak memilih Ahok. Ini patgulipat anak kecil yang baru main survei, karena intelektual dan akademisi tahu bahwa 40% lainnya memilih Ahok. Itu pake sampel umum (besar).
  1. Pake cara subsampel. Mereka punya data siapa yang bukan pemilih Anu (misalnya Ahok). Data ini lalu diperkosa dengan cross-tab yang simpel banget. Lalu dapet data: 95% yang ga milih Ahok ternyata Muslim! Ini kesimpulan dari subsampel. Kita tahu apa yang bakal terjadi di medsos, WA, dan online abal-abal dengan short statement itu.
  1. Kalo semua itu ga punya efek elektoral seperti pesanan gimana? Ya, cuci darah. Caranya bikin quick count atau exit poll dengan sampel segede mungkin. Ga usah belajar statistik, semua juga tahu: makin besar sampel data makin reliable alias terpercayalah kesimpulan. Nah, ini sumber duit lagi buat orang survei, plus bonus recovery atau pemulihan kredibilitas buat konsultan yang sedang babak-belur. “Kami yang tercepat dan terakurat!” Ini yg diblow-up.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terungkap, Begini Cara Denny JA Menipu Klien Survei & Rakyat Indonesia!"

Posting Komentar