Serunya Perdebatan Hakim dan Saksi Ahli dari MUI Saat Sidang Kasus Ahok



Infomenia.net -Majelis hakim sempat berdebat panjang dengan saksi ahli Islam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), M Amin Suma, di persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Hakim bertanya kepada saksi soal penyampaian kebenaran.

"Jika seseorang memberitahu kepada lainnya jangan minum minuman keras, apakah dia menyampaikan kebenaranan?" tanya hakim.

Amin sempat diam. Dia menjawab belum tentu apa yang disampaikan seseorang tersebut merupakan kebenaran.

Amin menjelaskan, sekali pun orang tersebut mengetahui Alquran, belum tentu apa yang disampaikan sebuah kebenaran. "Karena kalau dia bukan mukmin, dia bisa saja terjemahannya salah. Jadi ini belum pasti (benar atau tidak)," ujar Amin.

Hakim kembali melontarkan pertanyaan sama. Keduanya  berkutat pada hal yang sama. "Jadi tergantung siapa yang menyebarkan," tegas Amin.

Hal serupa dipertanyakan hakim berikutnya. Kali ini, hakim menanyakan sebuah perumpamaan dalam pemilihan ketua RT.

"Apakah boleh seorang warga yang non-muslim menyampaikan terjemahan Alquran tanpa salah sedikit pun untuk memilih warga muslim?" tanya Hakim.

Amin menjawab perumpamaan tersebut dengan perumpamaan pula. "Pelawak tidak boleh tersinggung saat diejek karena tempatnya memang sedang bercanda. Tapi kalau saya ejek seperti itu di luar dunia lawak, orang cacat fisik apa adanya benar, terusik tidak dia?" jawab Amin melalui pertanyaan pula.

Amin menjelaskan dalam kasus pemilihan Ketua RT berlaku hukum positif, yakni warga non-muslim boleh ikut serta dalam pemilihan tersebut. Namun, warga muslim juga memiliki hak memilih berdasarkan agama yang sama dengan mereka.

"Jadi itu hak!" tegas Amin.metronews



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Serunya Perdebatan Hakim dan Saksi Ahli dari MUI Saat Sidang Kasus Ahok"

Posting Komentar