Sahabat Dekat Anies Baswedan Bongkar Kebusukan dan Bualannya Saat Temui Rizieq Shihab di Markas FPI



Infomenia.net -Saya ingin berkisah tentang sahabatku, Anies Baswedan yang kini kebelet jadi Gubernur DKI. Saya kenal sahabat ini saat di Indonesian Institute. Belum di Paramadina. Saat itu dia belum siapa-siapa. Hanya doktor politik alumni Amerika. Publik tak mengenalnya. Itu karena, ia tak punya karya & prestasi apa-apa.

Klub Kajian Agama (KKA) salah satu program dibawah Pusat Studi Islam (PSI) yang jadi tanggung jawab saya. Saat tema politik, sebelum bikin TOR, saya biasanya ngobrol dengan Anies Baswedan. KKA menyajikan tema-tema fiqh, tasawuf, akidah filsafat, sejarah, tafsir, sosial- politik & isu antar agama. Corak kajiannya komprehensif, comparative, inklusif & perennialistik. Sesuatu yang “aha” & inspiratif pada eranya. Makalah & paper dari KKA ini dibukukan & menginspirasi muslim perkotaan & akademisi kampus se-Indonesia. Sampai kini fenomenal dan legendaris dalam sejarah gerakan pemikiran keislaman di Indonesia.
Sebagian tema & topik KKA menarik kuriositas kaum akademisi, ulama & umat. Tema2 tertentu diturunkan dalam kursus keislaman, diulas lebih dalam dan diterbitkan dalam bentuk buku. Buku Fiqh Lintas Agama (FLA) salah satunya. Isu nikah beda agama pemicunya. Jadi gelombang kontraversi sampai kini. Kontraversi biasanya dipicu gap nalar, bacaan, literature, metodologi & ideologi keislaman.
Tiang pancang & ruh Paramadina ditegakkan oleh Cak Nur. Paramadina itu Cak Nur dan Cak Nur itu Paramadina. Seorang cendekiawan muslim par excellent yang kaya bacaan literature klasik Islam, menguasai karya akademis modern & respek dengan pemikiran & gagasan dari disiplin apapun & sedinamis apapun. Bahkan seliar apapun. Cak Nur juga muslim yang sangat menghargai proses, kinerja, karya & amal seseorang. Tiap orang dinilai dari keringat & kontribusinya. Itu searah dengan ungkapan ” al ibaratu fil islam bil amali la bi al nasabi”, penghargaan dalam Islam itu oleh karena karyanya, bukan karena keturunannya. Nah, dalam konteks berpeluh & tidak berkeringat ini saya ingin merespon & bercerita tentang Anies Baswedan.
Setelah kemelut panjang dalam suksesi rektor Universitas Paramadina pasca wafat Cak Nur, Anies Baswedan nyelinap dalam tikungan. Dia dipilih dalam kualifikasi remang-remang dalam struktur yayasan yang tak berjalan sehat. Tak heran bila banyak pihak keberatan & menolaknya. Alasan mendasarnya belum berkeringat & tak mengeluarkan peluh bagi perjalanan Paramadina. Penolakan paling keras dari istri almarhum Cak Nur. Anies tidak legitimate sebagai rektor. Dalam kondisi itu, saya menginisiasi lobi & jalan keluar dalam struktur rektorat. Saya ajukan nama seseorang dari pihak penentangnya. Itu sebagai upaya merekonsiliasi pihak-pihak yang bersitegang. Anies setuju & lobi saya jalankan. Ringkas kata, situasi mendingin & sahabat itu dilantik sebagai rektor.
Pasca pelantikan saya tagih deal politik itu. Alih-alih tepat janji & komitmen omongan, justru Anies berkilah. Saya masih ingat kalimatnya” Gak mas Monib, saya ingin menegakkan good gouvernance, anti KKN di universitas”, katanya mengelak. Itulah penghianatan pertama Anies Baswedan. Tapi apa yang terjadi? Seminggu kemudian dia mengangkut teman-temannya sebagai Purek 1, Purek 3 & kepala biro. Padahal, tradisi Cak Nur, para purek saat itu dipilih lewat lelang publik dengan taat prinsip profesionalisme & skrening ketat. Anies membangun tradisi koncoisme & nepotisme di Paramadina.
Ada beberapa catatan tak sedap dari pidato Anies Baswedan dalam sowannya ke Petamburan. Sowan karena panik, survey dan polling yang pahit baginya. Bila kita cermati, pasangan calon gubernur urut 3 ini memang wataknya sradak-sruduk, meludah ke langit ke sana kemari demi ambisi jabatan & nafsu politiknya. Masih ingat kan keikutsertaan dia dalam Konvensi Demokrat yang tak punya tradisi demokratis itu? Masih ingat kan omongannya yang pedes dan buruk pada Jokowi? Catatan saya:
Pertama, Anies ahistoris tentang visi-misi Paramadina. Dengan sinis mengatakan Paramadina tempat munculnya kontroversi. Dia lupa, kontroversi itu tabiat gagasan & tradisi dunia akademisi & disiplin keislaman. Hanya kaum awam saja yang blingsatan dengan gagasan & pemikiran yg dianggap baru. Paramadina berdiri di atas kekuatan gagasan keislaman yang Cak Nur pancangkan untuk memantik ide-ide baru & gagasan kreatif pada eranya. Kontraversi itu karena kita rendah bacaan dan wawasan serta rendah nalar yang sehat.
Kedua, gagasan & pemikiran keislaman Paramadina tidak lahir dari universitas Paramadina. Gagasan-gagasan baru keislaman itu lahir dari Klub Kajian Agama. Justru Universitas Paramadina lahir dari obrolan para jamaah KKA untuk pengejawantahan gagasan & pemikiran keislaman. Salah satu fakultasnya adalah Fakultas Agama & Falsafah. Karena ahistoris Anies tak menyukai fakultas ini. Hampir2 dibubarkan. Padahal itulah ruh universitas Paramadina. Tanpa fakultas ini, dimana letak istimewanya kampus ini?
Ketiga, Anies menyebut nikah lintas madzhab. Padahal itu bukan bagian kontraversi yang diaddres Fiqh Lintas Agama. Tapi nikah beda agama yang dalam fiqh 4 madzhab seiring al maidah 5:5 bila laki-lakinya muslim dan wanitanya ahl al kitab dibolehkan. Tapi MUI mengharamkannya.
Keempat, yang menyoal keras (memadamkan) nikah beda agama bukan Anies Baswedan, melainkan Prof Quraish Shihab & rapat Dewan Pembina di rumah Pak Fahmi Idris. Saat itu saya notulen rapat. Dan saat itu, jangankan berkarya, nama Anies Baswedan sebagai cleaning service pun tidak ada. Nikah beda agama itu mulai dipermasalahkan setahun pasca wafatnya Cak Nur. Saat itu saya penanggung jawab lembaga konsultasi. Pasangan terakhir yang kami layani Deddie Corbuzier-Karina.
Kelima, Anies bagi saya benar-benar Sengkuni, lupa diri, demi ratingnya bisa naik & bisa dapat kursi DKI 1, rela ngarang cerita, membual tentang Paramadina & mengatakan yang tepat lembaga yang ditungganginya untuk populer & mengejar ambisi politik. Tabrak sana sini. Saya kuatir juga, jangan-jangan Indonesia Mengajar pun bukan karyanya?! Jangan2 lho! Mas Anies apa yang kamu maksudnya api dalam kalimat itu? sesuatu yang kontraversial dalam gagasan keislaman sejak jaman Cak Nur itu? Nikah beda agama maksudnya?Jangan sembarangan dong?Jangan gelap mata dung!
Keenam, dulu di Pesantren Gontor ada mahfudzat, kata2 mutiara yang ditancapkan dalam jiwa santri:” inna al fata man yaqulu ha anadza. Walaysa al fata man yaqulu kana abi aw jaddi. Sungguh, seseorang disebut pemuda bila ia bilang: ne gue. Bukan yang hanya mampu bilang: bapak & kakek gue gine lho!. Tunjukkan sahabatku: “mana karya-karya orisinilmu?
Ketujuh, sekalipun saya anti gerakan LGBT, no way bagi LGBT, tak ada kamus membela nikah sejenis dan umbar seks yang tak sehat, saya kudu tetap mengklarifikasi tentang dorongan ada topik LGBT di Universitas Paramadina itu. Saya tak yakin ada orang Paramadina yang berani & usul untuk diselipkan materi kuliah ke-LGBT an itu. Saya tantang Mas Anies buka nama. Siapa pengusulnya?
Sungguh, Anies Baswedan, ente benar-benar Sengkuni pada Paramadina. Malulah pada Cak Nur. Ente benar memalukan sahabatku! Shame on you
Berikut saya kutipkan potongan berita tentang bualan Anies di Petamburan:
Lalu Anies bercerita tentang kakeknya yang merupakan tokoh nasional pejuang kemerdekaan Indonesia.
“Yang mengirimkan pesan ke Syafrudin Prawiranegara saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia adalah Abdurrahman Baswedan, kakek saya yang saat itu berada di Jogja. Beliau anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia).”
“Kakek saya Abdurrahman Baswedan ini juga adalah pendiri PAI, Partai Arab Indonesia. Pada tahun 1934 PAI sudah menyatakan sumpah setia bahwa tanah air mereka adalah Indonesia. Ini sudah dilakukan tahun 1934, padahal Indonesiapun saat itu belum merdeka!”
“Jadi para keturunan Arab di Indonesia sudah menyatakan sumpah setia pada tanah air Indonesia sebelum Indonesianya ada. Tidak ada warga keturunan yang lain melakukan itu di Indonesia selain keturunan Arab. Cikal bakalnya adalah di perguruan Jamiat Kheir yang merupakan cikal bakal pergerakan Islam.”
“PAI tujuannya adalah indonesia merdeka, setelah indonesia merdeka alias tujuannya telah tercapai, maka PAI langsung membubarkan diri. Sungguh luar biasa. Apa ada partai lain yang begitu tujuannya tercapai mereka langsung membubarkan diri? Bukan dibubarkan tetapi membubarkan diri. Itulah yang dilakukan oleh PAI.”
“Lalu setelah itu para pengurus PAI dibebaskan untuk selanjutnya mau kemana, apakah bergabung ke Masyumi, NU dan lain-lain. Tapi yang penting tujuan sudah tercapai yaitu Indonesia merdeka.”
“Mengenai tuduhan saya dibilang Wahabi, sama seperti tuduhan bahwa saya Syi’ah, saya nyatakan saya bukan Wahabi, ciri-ciri Wahabipun saya tidak ada.”
“Terakhir mengenai tuduhan saya liberal. Perlu saya beritahukan bahwa saya adalah Rektor Universitas Paramadina, Rektor sebelumnya adalah Muhammad Shohibul Iman yg kini jd Presiden PKS. Tentu tidak mungkin seorang Shohibul Iman dari PKS membiarkan Universitas Paramadina dipimpin oleh seorang liberal.”
“Paramadina dulu adalah tempat munculnya berbagai kontroversi, seperti kawin lintas madzhab. Tapi itu sebelum tahun 2006. Sebelum saya menjadi rektor disana.”
“Dulu ada api disitu, dan apinya sudah kita padamkan. Walaupun orang hanya meributkan apinya dan tak pernah menanyakan siapa yang memadamkan api. Dalam sembilan tahun terakhir tidak ada kontroversi di Paramadina, saat saya meneruskan sebagai rektor disana sejak 2007-2014.”
“Saat saya menjadi rektor di Universitas Paramadina ada berbagai permintaan yang saya tolak dari beberapa pihak seperti misalnya mata kuliah LGBT. Saya menolak dan seusai itu banyak suara-suara yang menyerang Paramadina. Bahkan kemudian mereka mengatakan paramadina telah mengalami kemunduran karena menolak mata kuliah tersebut. Terserah saja mereka berkata begitu.”
Oleh: Mohammad Monib



Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Sahabat Dekat Anies Baswedan Bongkar Kebusukan dan Bualannya Saat Temui Rizieq Shihab di Markas FPI "

  1. Setelah membaca kisah di atas, yang saya tangkap tulisannya mengandung dendam dan penuh kebencian ya. Sy berharap penulis bisa bicara lgsg kepada anis sendir, agar tdk terjadi gejolak hati #cheers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ente kayaknya habis makan FITSA HATS jadi salah tangkap tulisan yang amat berani menyatakan apa yang ada daripada banyak omong tapi kosong kayak Anis.

      Hapus
    2. Ente terlalu banyak makan FITSA HATS dan salah tangkap tulisan yang amat sangat berani mengungkapkan fakta mengenai sesorang yang banyak omong tapi tidak ada isinya seperti Anis

      Hapus
    3. Wajar saja... dendam dan benci biasanya timbul karna 'dizolimi'... (sangat manusiawi... kecuali uda jadi malaikat)

      Hapus