Infomenia

Senin, 16 Januari 2017

#Breaking News# FPI Bubarkan Pengobatan Gratis Yang Diselenggarakan Paslon Ahok - Djarot di Tambora Jakarta Barat



Infomenia.net - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki-Djarot kembali menghadapi tindak kekerasan ketika melakukan kampanye. Kali ini dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan atribut dan bendera keagamaan tertentu (beberapa diantaranya menggunakan topi bertuliskan FPI) menghentikan dengan paksa bhakti sosiaL berupa pengobatan gratis massal yang dilakukan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPP PDI Perjuangan di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Minggu tanggal 15 Januari 2017.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning menjelaskan kronologinya, pada Senin (16/1) :
1. Pukul 09.00-12.00 WIB : Baguna menggelar pengobatan gratis, kegiatan langsung dipimpin Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, dr Ribka Tjiptaning P AAK. Kegiatan ini dilakukan rutin dan berkeliling di wilayah DKI, dan merupakan perintah langsung dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
2. Pukul 12.00 – 12.15 WIB : Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon Wakil Gubernur DKI meninjau lokasi pengobatan gratis, didampingi Ribka Tjiptaning dan Irene (Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PDI Perjuangan).
3. Pukul 12.15 – 14.00 WIB : Bapak Djarot meninggalkan tempat acara pengobatan gratis menuju Kecamatan lain, untuk melanjutkan kampanye dengan mengunjungi acara kawinan salah satu warga. Seluruh aparat Kepolisian mengikuti rombongan Djarot. Tempat pengobatan gratis hanya dijaga dua Polisi dan dua anggota Bawaslu. Sekelompok massa dengan atribut dan bendera agama tertentu melakukan aksi mengecam acara pengobatan gratis. Mereka berteriak Baguna PDI P Kafir. Mereka juga meminta agar pengobatan segera dibubarkan. Tidak perlu berobat ke Baguna karena sudah ada Puskesmas. Awalnya teriakan dan berangsur menggunakan cara kekerasan. Mobil-mobil Baguna yang di parkir mulai ditendangi. Massa juga memaksa Ribka Tjiptaning dan Irene (keduanya anggota DPR RI) untuk membuka baju kotak-kotak yang dikenakannya saat itu. Kedua anggota DPR RI ini menolak melepas baju kotak-kotak. Dua Polisi dan dua anggota Bawaslu tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan tindakan anarkis sekelompok orang yang menentang acara pengobatan gratis itu.
4. Pukul 14.00-14.30 WIB : Ribka Tjiptaning memutuskan pengobatan gratis yang dilakukan Baguna DPP PDI Perjuangan untuk diakhiri karena tidak ada jaminan keamanan dan menghindari jatuhnya korban warga setempat, walau masih banyak warga yang sedang antri untuk diperiksa dan mendapat obat.
“Atas kejadian ini,saya selaku Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan akan melaporkan ke Bawaslu melalui Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan, yang di Ketuai Trimedya Panjaitan. Agar kejadian ini diproses sesuai dengan ketentuan hukum,” tulis Ribka.

Comments
44 Comments

44 komentar

16 Januari 2017 20.00 Delete comments

Masak hanya pengobatan gratis bgi masyarakat harus di bubarkan hanya karena segelintir org tidak sesuai dengan keinginan hatinya......

Reply
avatar
16 Januari 2017 21.38 Delete comments

Mereka takut ga dapet jatah kalau ahok jadi gubernur lagi..termasuk dpr pun..mati langkah semua.

Reply
avatar
16 Januari 2017 21.41 Delete comments

Kalau seperti anjing liar nan rabies, dihabisi saja pelan2 atau diracuni om hehehehe

Reply
avatar
16 Januari 2017 21.43 Delete comments

Hingga sekarang setan2 ini msh berkeliaran dan berlaku liar spt ini,
Pertanyaan saya yg hingga sekarang belum terjawab....mengapa mrk ini di diamkan saja(tidak ada tindakkan tegas),
Bubarkan saja segera...apa lagi yg di tunggu??

Reply
avatar
16 Januari 2017 21.48 Delete comments

Ihhhhh setan semua kali tuh orang yang obrak abrik. Gak punya pri kemanusiaan. Kerasukan setan

Reply
avatar
16 Januari 2017 21.49 Delete comments

Setan2 ini masih saja berkeliaran dan bersikap sangat liar seperti ini sangat mengganggu ketentraman,bisanya hanya main hakim sendiri...brutal...dlsbnya.
Pertanyaan saya yg hingga sekarang belum terjawab....kapankah mereka akan di bubarkan??

Reply
avatar
16 Januari 2017 22.14 Delete comments

Kasihan pemerintah ga bisa berbuat apa2,penegak hukum kelamaan analisa,banyak rentetan perbuatan fpi yang meresahkan tapi pemerintah lamban dalam tindakan...beda respon aparat dengan kasus yang ga jelas..

Reply
avatar
16 Januari 2017 22.45 Delete comments

Kejar setoran… demo anarchis n tuntut menuntut menjelang hari H Pilkada… berkaitan dengan reputasi sbg penggalang massa perusuh… kalo gak bisa sesai target spt yg diinginkan Juragan pengguna jasanya, bisa repot kedepannya gak bakalan ada order demo lagi neh… apalagi dana bantuan utk ormas sudah dibekukan pemerintah.. 😂😂😂

Reply
avatar
16 Januari 2017 22.50 Delete comments

FPI emang ormas bajingan
Slalu berbuat anarkis, bubarkan sajaaaaaaaaaaaa

Reply
avatar
16 Januari 2017 22.54 Delete comments

Kejar setoran… demo anarchis n tuntut menuntut menjelang hari H Pilkada… berkaitan dengan reputasi sbg penggalang massa perusuh… kalo gak bisa sesuai target spt proposal yg diinginkan Juragan pengguna jasanya, bisa repot kedepannya gak bakalan ada order demo lagi neh… apalagi dana bantuan utk ormas sudah dibekukan pemerintah.. 😂😂😂

Reply
avatar
17 Januari 2017 00.28 Delete comments

Inilah gerombolan begundal agama yg sedang di atas angin dan merasa menang dan benar...tinggal tunggu rakyay utk membubarkannya...sementara ini rakyat diam dan melihat keadaan...tinggal tunggu waktu bom akan meledakan mereka ( para begundal ) yg merupakan laskar bayaram..

Reply
avatar
17 Januari 2017 05.55 Delete comments

Jangan langsung percaya berita ini, dicek dl kebenarannya..

Reply
avatar
17 Januari 2017 08.14 Delete comments

Kl mau pengobatan masal hrs tulus ikslas,jgn krn ada kepentingan terselubung utk kampanye....

Reply
avatar
17 Januari 2017 09.33 Delete comments

HOAX.... HOAX.... HOAX....HOAX....GKGKGKGKGKGKGKG

Reply
avatar
17 Januari 2017 10.18 Delete comments

berita ini juga belum tentu kebenarannya..
situs ini lebih2 sangat jelas adalah situs pendukung ahok..
lihat saja semua berita yg ada di info popeler, rata2 berita yang sangat pro dengan ahox dan kontra terhadap FPI apalagi habib riziq.
situs ini bukan situs yg layak untuk dikonsumsi, sebab selalu menyebar kebencian terhadap FPI.

Reply
avatar
17 Januari 2017 11.04 Delete comments

Islam oh islam... mengapa skrg saling menghojat. Kami disini tdk ada FPI. Islam dan skitarnya begitu damai.. bruntunglah kami tanpa FPI disini. Smoga damai ini sampai ke anak cucu kami.

Reply
avatar
17 Januari 2017 12.07 Delete comments

Rata2 anggota fbi anak muda yg labil biar bisa dicuci otak utk teror

Reply
avatar
17 Januari 2017 12.07 Delete comments

Rata2 anggota fbi anak muda yg labil biar bisa dicuci otak utk teror

Reply
avatar
Dey
17 Januari 2017 16.03 Delete comments

Itu foto yg di lampirkan bukanya foto penyerangan fpi di kedubes AS bukan..ada foto yg lain min, ato video?

Reply
avatar
Dey
17 Januari 2017 16.06 Delete comments

Itu foto yg di lampirkan bukanya foto penyerangan fpi di kedubes AS bukan..ada foto yg lain min, ato video?

Reply
avatar
18 Januari 2017 00.47 Delete comments

Ini kampanye yg mendidik boss bukan kasih amplop.berguna bagi masyarakat

Reply
avatar
18 Januari 2017 08.51 Delete comments

Berita abal-abal. Kalau mau buat berita yang valid. Kasih video nya. Semakin anda membuat berita bohong tentang FPI semakin kelihatan bahwa anda panik. Tidak ada celah keburukkan dari FPI yang bisa anda cari, yang ada hanya kebaikkan FPI. Kasihan kalian. Semoga kalian sadar bahwa Indonesia butuh FPI untuk menyelamatkan NKRI. FPI selalu yang pertama terjun kedaerah bencana, yang lain mana??????

Reply
avatar
18 Januari 2017 12.55 Delete comments

Hoax nih. https://www.facebook.com/adyva.febrian/posts/10205992852499553

Reply
avatar
18 Januari 2017 15.29 Delete comments

HOAX HOAX HOAX !!! LU PAKE FOTO DR TAHUN 2006 KAN? SAAT KEDUBES AS DIDEMO OLEH FPI??? AYOLAH PADA PAKE AKAL SEHAT!!! MAU AJA DIBOHONGIN JNI SITUS ABAL2 BIN KUPLUK INI!!!

Reply
avatar
18 Januari 2017 17.05 Delete comments

Seberapa dekat anda mengenal mereka (fpi) sehingga anda bisa menilai buruk

Reply
avatar
18 Januari 2017 18.04 Delete comments

ini berita benar benar HOAX. Itu gambar Tahun 2006 dalam aksi penyeragan gedung Kedutaan AS.

Reply
avatar
19 Januari 2017 01.26 Delete comments

Infomenia Penyebar hoax dan fitnah, foto ini membuktikannya...kejadiannya apa beritanya apa. Jgnlah menjadi tukang fitnah ingat semua akan kau pertanggungjawabkan nanti

Reply
avatar
20 Januari 2017 08.13 Delete comments

KASIHAN KALIAN SEMUA YG KENA TIPU ANAK CUCU PKI..COBA KALIAN LIHAT GAMBAR DG JELAS.ITU ADALAH GAMBAR FPI YG PROTES SOAL KARTUN GAMBAR NABI .KOK DIJADIKAN VIRAL SBG PROTES BAKTI SOSIAL..
JADILAH MANUSIA YANG CERDAS..CEK DAN RICEK ...SUMBER BERITA.NYA..
KLW SEMUA SPT KALIAN YG MAIN TELAN BERITA .MAKA KALIAN INI HANYA DOYAN DIBODOHI BERITA BODONG..

YG MAU KOMENT PRIBADI
ALEXVANLEUWEN@YAHOO.COM

Reply
avatar
20 Januari 2017 16.28 Delete comments

Hoaks itu. Tega2nya web ini fitnah FPI.

https://m.merdeka.com/foto/dunia/231936/20130810112815-potret-kedutaan-besar-dan-konsulat-as-di-negara-muslim-016-djoko-poerwanto.html

Itu berita aslinya

Reply
avatar
20 Januari 2017 16.28 Delete comments

Hoaks itu. Tega2nya web ini fitnah FPI.

https://m.merdeka.com/foto/dunia/231936/20130810112815-potret-kedutaan-besar-dan-konsulat-as-di-negara-muslim-016-djoko-poerwanto.html

Itu berita aslinya

Reply
avatar
20 Januari 2017 22.06 Delete comments

Berita hoax,, dg cara pemerintahan utk membubarkan fpi.. Itu fpi palsu .. Biar rakyat memanas dan mengadu domba

Reply
avatar
22 Januari 2017 03.00 Delete comments

Itu foto dari 19 februari 2006 soal protes kartun Nabi SAW HAHAHAHA segitu cintanya sama AHOK ya sampe bikin banyak berita kebencian dan PALSU

Reply
avatar
22 Januari 2017 03.00 Delete comments

Itu foto dari 19 februari 2006 soal protes kartun Nabi SAW HAHAHAHA segitu cintanya sama AHOK ya sampe bikin banyak berita kebencian dan PALSU

Reply
avatar
22 Januari 2017 03.02 Delete comments

Itu foto dari 19 februari 2006 soal protes kartun Nabi SAW HAHAHAHA segitu cintanya sama AHOK ya sampe bikin banyak berita kebencian dan PALSU

Reply
avatar
22 Januari 2017 16.49 Delete comments

Fotonya kok beda ya, yang bener yg mana sih ???
https://www.facebook.com/kion3/posts/1418928868125540

Reply
avatar
22 Januari 2017 16.50 Delete comments

fotonya yang bener yang mana ?
https://www.facebook.com/kion3/posts/1418928868125540

Reply
avatar
24 Januari 2017 08.16 Delete comments

Versi Detik.Com.
Tidak ada Berita FPI bubarkan Acara Pengobatan Gratis.
Jangan suka nyebarin info Hoaks.

Datangi Acara Berobat Gratis di Tambora, Djarot Disambut Meriah
Ibnu Harianto - detikNews
Datangi Acara Berobat Gratis di Tambora, Djarot Disambut Meriah
Pengobatan gratis PDIP yang dikunjungi Djarot di Tambora Jakarta Barat (Ibnu Hariyanto/detikcom)
FOKUS BERITA:Jakarta Memilih
Jakarta - Calon wakil gubernur nomor urut 2 Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkampanye di Tambora Jakarta Barat. Dia mendatangi lokasi pengobatan gratis yang digelar partai pendukungnya, PDIP.

Djarot datang di RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (15/1/2017) pukul 12.30 WIB. Dia menyusuri gang sempit di permukiman padat penduduk itu.

Sontak saja, suasana menjadi penuh sesak orang yang antusias dengan kedatangan cawagub petahana ini, meski langit mendung bisa sedikit mendinginkan suasana. Sebagian dari mereka minta berfoto bersama Djarot yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini. Anak-anak juga ada di lokasi.

"Dapat KJP nggak?" tanya Djarot kepada salah seorang anak yang belakangan diketahui bernama Erika (10) siswi kelas 5 SD.

"Dapat, Pak. Buat beli seragam, sepatu, tempat pensi," jawab Erika.

Kemudian Djarot memuji Erika. Dia mengingatkan bahwa KJP tak boleh dipakai untuk kebutuhan di luar sekolah.

"KJP nggak boleh buat beli pulsa, beli handphone, dan nyicil motor," kata Djarot

Dia lantas memasuki arena pengobatan gratis di Balai RW. Suasana kemudian menjadi lebih lega, tak sesumpek saat di gang tadi. Djarot menanyai ibu-ibu yang sedang mengecek tensi darahnya. Ibu-ibu itu punya masalah tekanan darah tinggi.

"Makanya jangan banyak-banyak makan garam. Kurangi makan garam," kata Djarot menasihati ibu-ibu itu.

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP adalah pihak yang menyelenggarakan pengobatan gratis ini. Warga sudah ramai sejak pukul 11.20 WIB di Kantor RW 07 ini. Mereka mengantre mendapatkan pengobatan gratis.

Para petugas dari Baguna yang memakai rompi bertuliskan 'Baguna' terus melayani warga yang silih berganti dipanggil untuk mendapatkan pengobatan gratis. Baguna mengatakan kegiatan seperti ini sering digelar dan tidak hanya pengobatan gratis saja.

"Kegiatan seperti Ini rutin digelar. Bakti sosial itu bukan hanya pengobatan gratis. Ada juga sunatan massal, penyuluhanan gizi, HIV Aids dan macam-macam. untuk kali ini pengobatan gratis saja sama bagi biskuti pada anak-anak kecil," ujar Penanggung jawab Baguna Ribka Tjiptaning di lokasi.

Ribka mengatakan kegiatan seperti dilakukan setiap ada peringatan ulang tahun dan hari besar nasional. Bukan semata karena ada Pilkada.

"Kan dalam rangkai ulang tahun partai makanya ini bukan hanya dalam rangka Pilkada saja. Nanti Hari Pahlawan, Hari Sumpah Pemuda pasti kita akan adakan acara seperti ini," tambahnya.

(dnu/dnu)

Reply
avatar
24 Januari 2017 08.18 Delete comments

Versi Detik.com
Tidak Ada Berita FPI bubarkan acara pengobatan gratis.

Datangi Acara Berobat Gratis di Tambora, Djarot Disambut Meriah
Ibnu Harianto - detikNews
Datangi Acara Berobat Gratis di Tambora, Djarot Disambut Meriah
Pengobatan gratis PDIP yang dikunjungi Djarot di Tambora Jakarta Barat (Ibnu Hariyanto/detikcom)
FOKUS BERITA:Jakarta Memilih
Jakarta - Calon wakil gubernur nomor urut 2 Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkampanye di Tambora Jakarta Barat. Dia mendatangi lokasi pengobatan gratis yang digelar partai pendukungnya, PDIP.

Djarot datang di RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (15/1/2017) pukul 12.30 WIB. Dia menyusuri gang sempit di permukiman padat penduduk itu.

Sontak saja, suasana menjadi penuh sesak orang yang antusias dengan kedatangan cawagub petahana ini, meski langit mendung bisa sedikit mendinginkan suasana. Sebagian dari mereka minta berfoto bersama Djarot yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini. Anak-anak juga ada di lokasi.

"Dapat KJP nggak?" tanya Djarot kepada salah seorang anak yang belakangan diketahui bernama Erika (10) siswi kelas 5 SD.

"Dapat, Pak. Buat beli seragam, sepatu, tempat pensi," jawab Erika.

Kemudian Djarot memuji Erika. Dia mengingatkan bahwa KJP tak boleh dipakai untuk kebutuhan di luar sekolah.

"KJP nggak boleh buat beli pulsa, beli handphone, dan nyicil motor," kata Djarot

Dia lantas memasuki arena pengobatan gratis di Balai RW. Suasana kemudian menjadi lebih lega, tak sesumpek saat di gang tadi. Djarot menanyai ibu-ibu yang sedang mengecek tensi darahnya. Ibu-ibu itu punya masalah tekanan darah tinggi.

"Makanya jangan banyak-banyak makan garam. Kurangi makan garam," kata Djarot menasihati ibu-ibu itu.

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP adalah pihak yang menyelenggarakan pengobatan gratis ini. Warga sudah ramai sejak pukul 11.20 WIB di Kantor RW 07 ini. Mereka mengantre mendapatkan pengobatan gratis.

Para petugas dari Baguna yang memakai rompi bertuliskan 'Baguna' terus melayani warga yang silih berganti dipanggil untuk mendapatkan pengobatan gratis. Baguna mengatakan kegiatan seperti ini sering digelar dan tidak hanya pengobatan gratis saja.

"Kegiatan seperti Ini rutin digelar. Bakti sosial itu bukan hanya pengobatan gratis. Ada juga sunatan massal, penyuluhanan gizi, HIV Aids dan macam-macam. untuk kali ini pengobatan gratis saja sama bagi biskuti pada anak-anak kecil," ujar Penanggung jawab Baguna Ribka Tjiptaning di lokasi.

Ribka mengatakan kegiatan seperti dilakukan setiap ada peringatan ulang tahun dan hari besar nasional. Bukan semata karena ada Pilkada.

"Kan dalam rangkai ulang tahun partai makanya ini bukan hanya dalam rangka Pilkada saja. Nanti Hari Pahlawan, Hari Sumpah Pemuda pasti kita akan adakan acara seperti ini," tambahnya.

(dnu/dnu)

Reply
avatar
24 Januari 2017 08.31 Delete comments

Media buatan PkI, harus segera di bubarkan, penyebar HOAX

Reply
avatar
24 Januari 2017 08.32 Delete comments

Media Buatan PKI harus segera di bubarkan

Reply
avatar