Bikin Malu.....Inilah Kebohongan PP Muhammadiyah Saat di Persidangan Ahok Yang Ke - 5



Infomenia.net -Pengacara Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, mempertanyakan laporan yang dibuat Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, terkait kasus dugaan penistaan agama. Sebab di dalam laporan tidak ada kata "pakai", namun di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdapat kata tersebut.
Humphrey‎ Djemat -pengacara Basuki- mengatakan, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Pedri Kasman sebagai saksi pelapor dari PP Pemuda Muhammadiyah dalam persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama, hari ini.
"Pedri ini saksi karena ditugasi oleh Pemuda Muhammadiyah. Jadi kita tanyakan waktu dia buat laporan itu tidak ada kata pakai, tapi dibohongi Surat Almaidah. Namun, pada BAP-nya dia ada kata pakai. Nah ini dipertanyakan kenapa berbeda antara laporan dengan BAP? Tapi dia bilang sama saja," ujar Humprey, di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).
Dikatakannya, tim pengacara kemudian menanyakan apakah pada waktu membuat BAP yang bersangkutan memakai sumber Buni Yani karena tidak ada kata "pakai".
"Kemudian dia mengatakan bahwa awalnya tidak kenal sama Buni Yani. Tapi setelah ditanya lebih lanjut, ternyata pernah berkenalan, juga berhubungan dengan Buni Yani. Tapi dia bilang kenal setelah dia buat laporan," ungkapnya.
Kedua, tambahnya, yang juga dipersoalkan berkaitan dengan katanya PP Muhammdiyah tidak memiliki akses bertemu Basuki untuk klarifikasi.
"Dia bilang tidak punya akses untuk berhubungan dengan pak Ahok, tetapi tadi sudah dijelaskan bahwa PP Muhammadiyah ini sebenarnya memiliki hubungan sangat dekat dengan pak Ahok, karena pak Ahok sering diundang dalam diskusi. Malah pak Ahok pernah dijadikan role model gubernur yang baik. Itu dinyatakan sendiri oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah yaitu Dahnil Simanjuntak. Jadi bagaimana bilang tidak punya akses, sedangkan Pedri ini sebagai sekretaris masa dia tidak tahu," katanya.
"Jika memang dia punya niat untuk tabayyun, klarifikasi, sebenarnya bisa itu dia lakukan. Tapi memang dia tidak mau melakukan itu," tambahnya.
Ia menuturkan, pihaknya akan meneliti apakah laporan dan BAP yang dibuat tidak sinkron.
"Kita akan teliti apakah tidak sinkron. Karena dia mengaku (video) tidak diambil dari punya Buni Yani. Kalau memang ternyata itu dari Buni Yani, ini bisa jadi dasar untuk adanya keterangan palsu di pengadilan. Akan ada proses hukum terhadap Pedri," tandasnya.beritasatu.com




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bikin Malu.....Inilah Kebohongan PP Muhammadiyah Saat di Persidangan Ahok Yang Ke - 5"

Poskan Komentar