Infomenia

Rabu, 28 Desember 2016

Waduh, KPK Sita Ratusan Juta dari Rumah Wakil Ketua Komisi V Dari PKS



Infomenia.net -Pengusutan kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua rumah milik Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia pada 6 dan 7 Desember 2016 lalu. Dari penggeledahan di rumah Yudi yang berada di Cimahi, Jawa Barat, dan Jakarta ini, tim penyidik menyita uang sebesar Rp 100 juta, dan US$ 5.000.

"Penyitaan sejumlah uang di rumah salah satu anggota DPR yang diperiksa hari ini, nilai uang adalah 100 jutaan dan 5000 US$," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/12).
Diduga uang ini merupakan bagian dari suap yang diberikan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng kepada Yudi melalui Anggota DPRD Bekasi dari Fraksi PKS, M Kurniawan.
Selain Yudi, Aseng juga diduga memberikan suap kepada sejumlah penyelenggara negara lain untuk mendapat proyek infrastruktur di Maluku dan Maluku Utara melalui program dana aspirasi Anggota Komisi V DPR.
Meski demikian, Febri menyatakan, tim penyidik masih mendalami asal usul uang tersebut dan kaitannya dengan kasus ini. Termasuk dengan mengonfirmasi kepada Yudi yang diperiksa penyidik pada hari ini. Yudi diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek Kempupera untuk melengkapi berkas penyidikan Aseng yang telah berstatus tersangka.
"Beberapa hal dipertanyakan tentu saja kepada saksi terutama terkait indikasi suap yang terjadi dalam kasus Kempupera itu. Sejauh ini penyidik melakukan penyitaan dan pengecekan beberapa informasi terkait dengan kasus Kempupera ini. Karena karena kasus Kempupera itu sudah berkembang sejak Januari ketika operasi tangkap tangan dilakukan dan kita telah menetapkan sampai dengan delapan tersangka untuk (kasus) Kempupera. Beberapa diantaranya adalah anggota DPR RI ini memang perlu kita lakukan proses lebih jauh Apakah ada pihak lain yang juga ikut menikmati dana tersebut," kata Febri.
Usai diperiksa penyidik, Yudi membantah uang yang disita KPK saat menggeledah rumahnya ini merupakan bagian dari suap terkait proyek di Kempupera. Yudi mengklaim uang tersebut merupakan hasil bisnisnya. Namun, Yudi tak menjelaskan lebih jauh mengenai bisnis yang digelutinya.
"Itu saja klarifikasi uang yang ditemukan yang 100 juta itu. Saya sudah tunjukan buktinya bahwa uang itu adalah uang saya hasil bisnis. Itu kan saya ada transaksi bisnis saya. Saya tunjukkan," ‎kata Yudi usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta.
Yudi juga membantah menerima uang sebesar Rp 2,5 miliar dari Aseng melalui Kurniawan. Namun, Yudi mengaku mengenal Kurniawan yang disebut menjadi perantara suapnya.
"Kalau Kurniawan kan itu kader PKS. Jadi tanyakan saja itu (sama Kurniawan)," kata Yudi.
Diketahui, KPK menetapkan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng atau Aseng sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Kempupera. Aseng diduga memberikan suap kepada penyelenggara negara agar mendapat proyek di Direktorat Jenderal Bina Marga Kempupera yang anggarannya berasal dari program aspirasi Komisi V DPR.
Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Aseng disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf A atau huruf B atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah‎ dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi (UU Tipikor).
Aseng menjadi orang kedelapan yang ditetapkan KPK sebagai tersangka terkait kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menjerat tiga anggota legislatif, yakni Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, dan Andi Taufan Tiro. Selain itu, kasus ini juga telah menyeret Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir, dan mantan Kepala BPJN IX Kempupera, Amran Hi Mustary, serta dua rekan Damayanti, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini.beritasatu.com

Comments
1 Comments

1 komentar