Tiba di PN Jaksel, Buni Yani Curhat Sering Diginikan Saat di Tetapkan Tersangka Polisi



Tiba di PN Jaksel, Buni Yani Mengaku Sering Diancam dan Diteror
Infomenia.net -Buni Yani akan menjalani sidang praperadilan hari ini. Buni Yani tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan didampingi puluhan pengacaranya.

Pantauan detikcom, Buni Yani tiba pukul 09.30 WIB. Mengenakan kemeja batik, Buni Yani mengaku siap menjalani sidang praperadilan.

"Jadi kalau hakim mau objektif mestinya saya menang karena prosedurnya banyak dilanggar," kata Buni Yani di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).

Selain mengaku siap mengikuti persidangan, Buni Yani mengaku mendapat banyak ancaman. Terkait ancaman-ancaman yang diterimanya, Buni Yani mengatakan bahwa telah melaporkannya ke pihak berwajib.

"Ada mobil yang datang sebagai teror, saya dimata-matai. Saya punya keluarga, saya punya anak tapi kan perlu perlindungan. Menurut saya sangat tidak fair," ujarnya.

Banyak mobil dan orang asing yang sering muncul di depan rumahnya. Dia juga berujar ada ancaman melalui telepon dan ada orang Yahudi yang datang ke rumahnya.

Namun dia mengaku tidak takut atas teror yang diterimanya. Dia menegaskan tidak terima atas perlakuan yang diterimanya.

"Saya ini mati saja yang belum. Saya sama sekali tidak takut, lilahita'ala saya akan lawan. Kita tidak mau ngapa-ngapain ke Ahok tapi kok saya yang diginikan," lanjutnya.

Selain itu, ada juga ancaman melalui akun Gmail, Whatsapp, Twitter dan Facebook yang diterimanya.

"Ke Instagram juga pokoknya mengerikan, jangan sampai injakan kaki di Surabaya. Tetapi kami tidak mau terlalu dalam soal ini, tapi nanti saya dibilang lagi provokasi. Saya berusaha menyembunyikan orang yang mengancam saya. Kalau saya kasih tahu tambah lagi tapi pihak sana terus menerus bikin provokasi," bebernya.

Mengenai sidang perdana Basuki Tjahaja Purnama sendiri, Buni Yani enggan berkomentar banyak.

"Soal hukum saya tidak bisa menjawab," tegasnya.

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menambahkan bahwa posisi Buni Yani adalah korban. Menurutnya, Buni Yani adalah korban yang justru harus ditangkap untuk hal yang tidak dilakukannya.

"Pak Buni ini korban korban dari video, video Ahok. Bahkan ramai di masyarakat. Joke ada seperti orang yang lapor ke polisi dan meda sosial tapi kenapa orang yang menyatakan menemukan maling tapi malah ditangkap? Hal-hal seperti ini kan yang harus kita luruskan," tegasnya.

Buni Yani sendiri dijadwalkan akan menjalani sidang perdana praperadilan di Ruang Sidang Utama PN Jaksel pada pukul 10.00 WIB pagi ini.

Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Pasal 28 ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai menyebarkan informasi bernuansa SARA dalam postingan statusnya di Facebook terkait pidato Gubernur DKI (nonaktif) Basuki T Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu soal Al Maidah ayat 51.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tiba di PN Jaksel, Buni Yani Curhat Sering Diginikan Saat di Tetapkan Tersangka Polisi"

Posting Komentar