Infomenia

Kamis, 29 Desember 2016

Tegas......Kapolda Tolak Penangguhan Penahanan Pelaku Sweeping di Solo, Lantaran......



Infomenia.net -Polda Jawa Tengah akan menolak permohonan penangguhan penahanan para tersangka kasus perusakan dan penganiayaan saat sweeping di restoran Social Kitchen, Solo. Penangguhan penahanan ditolak karena tersangka dinilai tidak kooperatif dan berusaha menghilangkan barangbukti.

"Pertama pelaku tidak kooperatif, kemudian pelaku lain belum tertangkap semua. Dan ada di dalam salah satu alat komunikasi yang menyarankan untuk lari dan menghilangkan barang bukti sehingga ini yang menyulitkan untuk memberikan penangguhan penahanan," ujar Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono di Mapolda Jateng di Jl Pahlawan, Semarang, Kamis (29/12/2016).

Permohonan penangguhan penahanan disampaikan salah satu pihak tersangka yakni Ranu Muda Adi Nugroho. Adi Muda, wartawan tabloid Panjimas ikut ditangkap karena diduga terlibat dalam sweeping di Solo.

Ranu menurut Condro sejak awal ikut dalam pertemuan untuk merencanakan sweeping di Social Kitchen pada hari Sabtu, 17 Desember 2016. Pada hari Minggu (18/12) dini hari mereka beraksi dan merusak barang, menganiaya pengunjung, bahkan mencuri.

"Saudara Ranu itu keterlibatannya dari awal ikut serta pertemuan yang dilakukan untuk sweeping. Kemudian sudah ada pembagian tugasnya nanti siapa yang memasang seperti police line untuk menutup atau menyegel, siapa yang mendokumentasikan. Ajakan melalui handphone itu juga masuk situ sehingga kita kenakan Pasal 170 dan 169 KUHP. Khusus pengambil barang dan perampasan handphone dan uang, nanti tambah pasal pencurian," jelas Condro.

Tim yang dipimpin Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Nanang Haryono menangkap 11 orang terkait kasus tersebut. Mereka adalah Edi Lukito, Joko Sutarto, Hendro Sudarsono, Suparno alias Yusuf Suparno, Suparwoto alias Salman Alfarizi.

Kemudian ditangkap juga Margiyanto alias Abu Rehan, Yudi Wibowo alias Abu Irhab, Ranu Muda Adi Nugroho, Mujiono Laksit, Sri Asmoro Eko Nugroho alias Eko Wahid alias Eko Luis, dan Kombang Saputra alias Kumbang alias Azam.

Taufik Darmawan dari LSM Islamic Study and Action Center (ISAC) mengatakan pihak keluarga para tersangka sudah berusaha melakukan konsolidasi untuk meminta penangguhan penahanan.

"Kemarin dari pihak keluarga mengadakan konsolidasi untuk meminta penangguhan penahanan, penjaminnya istri-istrinya, dijamin tidak melarikan diri, dijamin kooperatif, tidak hilangkan barang bukti. Pihak keluarga juga masih koordinasi untuk siapa yang mendampingi," kata Taufik saat mendampingi pihak keluarga menjenguk tahanan di Mapolda jateng, Senin (26/12. detik.com


Comments
1 Comments

1 komentar

30 Desember 2016 08.18 Delete comments

Sy sangat mengapresiasi Polri skrg ini. Menindak tegas setiap pelaku kejahatan, khususnya kejahatan dari klmpok2 islam konservatif ini. Tindakan tegas, setidaknya bisa meredam aksi sewenang wenang dari ormas2 FPI, karena utk membubarkan ormas ini sepertinya susah banget.

Reply
avatar