Infomenia

Jumat, 23 Desember 2016

Tak Indahkan Polisi, FPI Kalimantan Selatan Sweeping 15 Toko Retail Modern

Hasil gambar untuk fpi kalimantan selatan sweeping

Infomenia.net -Puluhan penggiat Front Pembela Islam Provinsi Kalimantan Selatan menggeruduk 15 toko retail modern dan supermarket di Kota Banjarmasin, Kamis, 22 Desember 2016. Dengan sebagian bersorban putih-putih sekaligus membawa atribut FPI, mereka mendatangi toko-toko retail, seperti Indomaret, Alfamart, Duta Mall, dan Giant.


“Pengelola toko retail maupun supermarket tidak boleh diintimidasi dan mengintimidasi dengan memasang atribut Natal,” ujar juru bicara DPD FPI Kalimantan Selatan, Anang Toni, setelah mendatangi supermarket Giant di Kilometer 6, Jalan Ahmad Yani, Kota Banjarmasin. Menurut Anang, aksi ini bagian dari sosialisasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Nonmuslim.

Ia menegaskan bahwa fatwa MUI itu bertujuan menjaga akidah dan keyakinan umat Islam. Anang tegas melarang pihak mana pun yang mengajak atau memerintahkan umat Islam mengenakan atribut keagamaan nonmuslim. “Karena bertentangan dengan akidah dan keyakinannya.”

Anang berasumsi fatwa itu merupakan penghormatan terhadap prinsip pluralisme dan kerukunan beragama di Indonesia. Itu sebabnya dia berharap pengelola pusat perbelanjaan saling menghormati dan tidak memaksakannya kepada orang lain.

FPI sejatinya berencana mendatangi area pertokoan. Namun, kata Anang, rencana ini buyar setelah kepolisian menyarankan FPI tidak mengganggu konsumen yang sedang berbelanja. Alhasil, simpatisan FPI cuma menyerukan kepada pengelola agar menaati fatwa MUI itu.tempo.co

Comments
0 Comments

0 komentar