Infomenia

Rabu, 28 Desember 2016

Salut, Mahasiswa Muslim Ini Juga Melaporkan Rizieq Shihab ke Polisi atas Penistaan Agama



Infomenia.net -Doddy Abdallah (tengah) bersama ke 2 saksi (kanan-kiri)

Imam besar FPI Habib Rizieq kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini pihak yang melaporkan dari lembaga Student Peace Institute. Rizieq dilaporkan karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian dengan menyinggung ajaran agama Kristen.

Pihak pelapor yakni Doddy Abdallah, tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 14.00. WIB, Selasa (27/12/2016). Ia hadir membawa dua orang saksi yakni Dwi Pratomo dan Dedi. Dalam laporan, Doddy juga turut membawa barang bukti berupa rekaman potongan video dari ceramah Habib Rizieq.




Dalam laporan dengan nomor: LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus, juga turut dilaporkan akun Twitter @sayareya yang disebutkan ikut menyebarkan ujaran kebencian.

"Hari ini kami dari Student Peace Institute, mendatangi SPK Polda Metro Jaya untuk melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Indonesia," ujar Doddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

"Kami membawa bukti berupa salinan video di dalam flashdisk yang kami serahkan kepada polisi juga screenshot dari account penyebar awal yang kami serahkan kepada pihak kepolisian," imbuhnya.

Dalam laporan, Habib Rizieq disebutkan oleh Doddy, melanggar Pasal 156 KUHP Jo. Pasal 28 ayat 2 pasal 45 ayat 2 UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Doddy menekankan bahwa pelaporannya ini berbeda dengan yang telah dilaporkan oleh Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PP PMKRI).

"Ini beda. Yang mendatangi kemarin itu dari PMKRI. Kami fokus pada ujaran kebencian. D isitu ia jelas mengolok ajaran agama lain. Di situ ia mengatakan kalau tuhan beranak siapa yang jadi bidannya?" jelas Doddy.

"Itu jelas kalau kita dengar mengolok. Pihak sebelah ada yang tersinggung buktinya ada yang datang dari PMKRI Itu berpotensi menghancurkan kebhinnekaan Indonesia," lanjutnya.

Habib Rizieq belum berkomentar mengenai pelaporan dari Peace Institute ini. Namun terkait ceramah Rizieq ini, FPI memastikan Rizieq tidak melakukan penistaan agama ataupun maksud lain.

"Saya sudah dengar soal pelaporan itu. Itu tidak menistakan agama. Jauh dari menistakan agama. Apa yang disampaikan Habib Rizieq tersebut ada landasannya," ujar Ketua FPI DKI Novel Bamukmin ketika dikonfirmasi, Senin (26/12/2016).

Landasan tersebut, kata Novel, adalah Fatwa MUI yang dikeluarkan pada 7 Maret 1981. Selain itu, ada Fatwa MUI Nomor 5 Tahun 2005 yang menjadi landasan.

"Fatwa MUI 1981 itu menyebutkan memang haram untuk mengucapkan selamat hari Natal," ujar Novel.

Menurut Novel, Rizieq merupakan sosok panutan untuk umat Islam maupun umat agama lain. Rizieq, kata Novel, rutin melakukan dialog lintas agama.

"Kami melihat ini adalah pengalihan isu. Murahan. Karena pada prinsipnya, kami jauh dari unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Kami sangat hafal dan paham, nggak mungkin Habib Rizieq melakukan penistaan agama," kata Novel. detik.com


Comments
14 Comments

14 komentar

28 Desember 2016 12.37 Delete comments

Jempol... jangan lakukan pembiaran utk hal2x yg dpt memecah belah bangsa

Reply
avatar
28 Desember 2016 15.49 Delete comments

PERTANYAAN: Bagaimana sikap yang terbaik bagi pelapor, apakah akan terus bertahan dan tetap meminta agar laporan diproses, ataukah sebaliknya justru akan lebih baik jika laporan dicabut saja. Pertimbangannya adalah perlu menjaga nama yang sudah terlanjur membawa nama Mahasiswa yang oleh masyarakat awam dianggap sebagai kelompok yang cerdas, cermat dan paham hukum? Bagaimana nanti jika tuduhan tidak terbukti?
Baiklah, coba perhatikan dengan saksama, ternyata apa yang dipermasalahkan oleh pelapor adalah adanya pertanyaan Habib Rizieq sebagai alternatif respon ( jika seandainya = yang insyaAllah pengandaian itu tidak akan menjadi kenyataan) ada orang mengucapkan "selamat Natal" kepada Habib Rizieq. (jika hal itu menjadi kenyataan adalah memang keterlaluan banget berani mengucapkan "Selamat Natal" kepada beliau yang dikenal sebagai Ulama Muslim). Nyatanya apa yang disampaikan beliau sangatlah bijak, yaitu merespon dengan kembali mengajukan suatu pertanyaan : ....... Tuhan beranak ??, kalau beranak, siapa bidannya ? Jelasnya, apa yang disampaikan itu adalah bukan suatu ujaran kebencian maupun penistaan agama karena bukan berupa suatu pernyataan melainkan pertanyaan. Pertanyaan itu masih memerlukan jawaban, tergantung bagaimana yang ditanya memberikan jawaban. Apakah dijawab ya memang Tuhan beranak, atau tidak, Tuhan tidak beranak maka hal itu terserah kepada yang memberi jawaban. Begitu pula tentang pertanyaan tentang siapa tentang bidannya, terserah juga bisa dijawab melahirkan sendiri tanpa memerlukan bidan atau dijawab ya ada bidannya dengan menyebutkan namanya jika memang ada. Maka jika ada saran kepada pelapor agar laporan tersebut dicabut saja mungkin ada baiknya, atau jika ada saran agar tetap terus dilanjutkan dan diproses sampai di Sidang Pengadilan tidak mustahil juga bisa lebih baik. Apalagi jika nantinya sidang pengadilan disiarkan langsung oleh TV secara nasional akan menjadi kesempatan dakwah spektakuler terbaik bagi Habib Rizieq karena akan ditonton oleh pelapor beserta segenap simpatisannya. Bisa jadi menjadi jalan terbaik untuk turunnya hidayah kepada mereka sehingga menjadi paham tentang bagaimana pandangan sesungguhnya dari Habib Riziq dalam hal pentingnya menjaga kerukunan antar ummat beragama dan menjaga kutuhan NKRI. Silahkan difikir cermat agar tidak salah langkah karena sudah terlanjur membawa nama Mahasiswa yg seharusnya cerdas sebelum menentukan sikap.
https://www.youtube.com/watch?v=o4SPDMhxCg4
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=281536132248868&set=gm.1873607076215633&type=3&theater
https://www.youtube.com/watch?v=o4SPDMhxCg4

Reply
avatar
28 Desember 2016 18.13 Delete comments

Cari muka lagi...
Ya allah dunia sudah tua..manusia bukan saling berganding tangan tapi sudah saling menyalakan.Ya Allah percepat lah kiamat ini agar tidak bertambah bayak maksiat dimuka bumi ini.bukan saya orang sok alim.akan tetapi saya tahu setiap yg bernyawa PASTI akan MATI.pasti banyak yang tidak setuju dengan kiamat.karena mereka2 masih cinta dunia dan takut dengan kematian..org2 yang takut dengan kematian adalah org2 yg bergelimang dengan dosa.mereka lupa.bahwa KEMATIAN pasti akan datang.setiap makluk yg bernyawa.lihat umat Mu Ya Allah saling tuding.saling menyalah kan.saling benci.merasa paling benar.akan tetapi mereka tak pernah merenung apa yang telah pebuat dimuka bumi ini.mereka lupa akan nikmat Mu.mereka angkuh dengan jabatan dan kenikmatan dunia.merek lupa akan ada hidup setelah kematian.Ya Allah .kuat kan lah Iman kami org2 muksin.agar senantiasa bersyukur atas nikmat Mu Ya Robb. Aamiin

Reply
avatar
28 Desember 2016 18.13 Delete comments

Cari muka lagi...
Ya allah dunia sudah tua..manusia bukan saling berganding tangan tapi sudah saling menyalakan.Ya Allah percepat lah kiamat ini agar tidak bertambah bayak maksiat dimuka bumi ini.bukan saya orang sok alim.akan tetapi saya tahu setiap yg bernyawa PASTI akan MATI.pasti banyak yang tidak setuju dengan kiamat.karena mereka2 masih cinta dunia dan takut dengan kematian..org2 yang takut dengan kematian adalah org2 yg bergelimang dengan dosa.mereka lupa.bahwa KEMATIAN pasti akan datang.setiap makluk yg bernyawa.lihat umat Mu Ya Allah saling tuding.saling menyalah kan.saling benci.merasa paling benar.akan tetapi mereka tak pernah merenung apa yang telah pebuat dimuka bumi ini.mereka lupa akan nikmat Mu.mereka angkuh dengan jabatan dan kenikmatan dunia.merek lupa akan ada hidup setelah kematian.Ya Allah .kuat kan lah Iman kami org2 muksin.agar senantiasa bersyukur atas nikmat Mu Ya Robb. Aamiin

Reply
avatar
28 Desember 2016 22.12 Delete comments

Kecebong Nista tidak sanggup memberikan bantahan secara ilmiah, secara alkitabiyah, bagi kami LAM YALID WALAM YULAD adalah final...

Reply
avatar
28 Desember 2016 23.43 Delete comments

Maaf sbelum nya .. entah itu pernyataan atau pertanyaan itu sudah termasuk dalam penistaan agama .. karana sudah jelas .. skrang apa yg kita pakai .. penafsiran umat muslim atau umat nasrani .. mungkin bagi umat muslim itu bnar tapi yg di pakai dalam konteks ini ya penafsiran umat nasrani bukan umat muslim .. jadi jika di luhat kembali k video itu .. dalam penafsiran umat nasrani itu sudah masuk ke kategori mnistakan agama nasrani sendiri .. saya tegaskan .. yg di paki dalam konteks ini adalah penafsiran umat nasrani .. jangan bukan umat muslim .. jadi sebagai manusia yg beragama saya rasa bapak mengerti .. trimakasih ..

Reply
avatar
29 Desember 2016 10.06 Delete comments

Saya rasa sudah sepantasnya Habib dilaporkan karena dengan kenyataan yg di video ceramahaan itu dengan unsur kesengajaan, fakta jadi utk teman2 PMKRi 100% tidak akan cabut masalah tersebut. Salam

Reply
avatar
29 Desember 2016 10.31 Delete comments

Benar kata bapak kunarso, labih baik musyawarohkanlah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan,apalagi sampai menyangkut nama baik suatu organisasi,seperti mahasiswa, klo sampai anda salah faham/gagal faham maka fatal akibatnya nama suatu organisasi akan rusak dikarenakan anda tidak bermusyawarah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Reply
avatar
29 Desember 2016 15.20 Delete comments

Karena mereka sudah merasa cerdas dan karena mereka merasa siaplah makanya mereka menentukan sikap.

Reply
avatar
29 Desember 2016 22.06 Delete comments

Aduh adek2 ini blm bisa buang ingus pakek acara laporan. Adek2 pulang ya maenan sana disawah sama kodok.

Reply
avatar
30 Desember 2016 01.59 Delete comments

Kalau anda berdoa, minta petunjuk Tuhan, renungkan dengan hati nurani, saya taking anda tidak akan cape2 menulis komentar yg panjang Karena anda akan sadar bahwa APA yg dilakukan Habib tersebut tidak pantas Dan cenderung tidak menghargai keimanan agama lain. Toh ucapan selamat natal cuma ditujukan bagi mereka yg merasakan sukacita natal.

Reply
avatar
30 Desember 2016 04.50 Delete comments

KENAPA HARUS DICABUT MAS KUNARSO? SUDAH SANGAT JELAS TERBUKTI MERUPAKAN EJEKAN DAN PENGHINAAN ATAS PERTANYAAN TERSEBUT KOK...! DAN SEBAGAI WARGA NEGARA TIDAK HARUS MEMPERTANYAKAN ITU KARNA ITU ADALAH BERKAITAN DENGAN IMAN MASING-MASING. NEGARA INI ADALAH NEGARA HUKUM, SEMUANYA PERLU BUKTI. DAN JELAS KATA-KATA ITU MERUPAKAN EJEKAN TERHADAP PEMELUK AGAMA YANG BERSANGKUTAN DAN SANGAT JELAS. JADI MARI KITA TEGAKAN KEADILAN BERDASARKAN HUKUM YANG BERLAKU DIINDONESIA GUNA MENCIPTAKAN KERUKUNAN, PERSATUAN, DAN KESATUAN BANGSA DALAM MENGHORMATI PANCASILA DAN UUD45. ITU YANG TER BAIK MAS...!

Reply
avatar