Infomenia

Rabu, 21 Desember 2016

Miris.....Nyanyi Lagu Natal di Mall, PSM Unpad Ditegur Orang dari Ormas



Infomenia.net -Mendapat kabar dari akun Instagram Christovita Wiloto, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran yang dipimpin oleh Arvin Zeinullah didatangi dan ditegur orang yang mengaku dari organisasi masyarakat karena mengenakan atribut natal dan menyanyikan lagu natal di Trans Studio Mall Bandung. Christovita Wiloto pun mengambil gambar dan mengadukannya kepada akun FB Ridwan Kamil, Walikota Bandung.

Di pukul 17:15 WIB hari Minggu ini, seseorang yang mengaku dari organisasi masyarakat (berbaju coklat) mendatangi dan menegur keras Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran yang sedang mengumpulkan dana untuk mengikuti perlombaan di Eropa. 
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran di Trans Studio Mall di hari kemarin menggunakan atribut natal dan menyanyikan lagu-lagu natal dan mengenakan topi sinterklas/ornamen natal di mal tersebut dalam upaya penggalangan dana mereka untuk berkompetisi di Eropa dan mengambil momen natal di mana banyak pusat perbelanjaan berlomba menghadirkan suasana natal, salah satunya dengan mengundang paduan suara untuk bernyanyi di sana.
Yang menarik adalah masih terjadi perdebatan antara beragam pihak atas status topi sinterklas sebagai sebuah atribut keagamaan. Beberapa pihak mengklaim bahwa topi Sinterklas adalah atribut keagamaan Kristen (non-Muslim), sedangkan beberapa pihak lain mengklaim topi-topi ini hanyalah sebuah produk budaya yang netral terhadap muatan agama. 
Di pihak lain, juga terdapat dua golongan lagu natal, satu yang khusus merujuk natal sebagai peristiwa keagamaan Kristen (dengan tema utama kelahiran Isa Almasih) dan yang lain yang merujuk natal sebagai sebuah peristiwa kultural yang cenderung sekuler di mana keriaan, Sinterklas dan kumpul bersama yang dikasihi mendapat tempat utama.
Teguran dari orang yang mengaku dari organisasi masyarakat ini (berbaju coklat) berdasar pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia no.56 di tahun 2016 yang melarang penggunaan atribut keagamaan non-Muslim bagi umat Muslim. Teguran ini adalah salah satu cermin semakin kuatnya gerakan fundamentalis Islam dan maraknya aksi sweeping atribut Natal di Indonesia.
—–
Tambahan info dikutip post FB Indra Suwito:


… seorang pria “suci” ini tiba2 memberhentikan mereka dengan meneriakkan “apakah ada org islam disini???” “Ayo stop, saya islam dan saya mau laporkan kalian!!” “Dan skrg sy rekam kalian dulu!!”

psm-unpad-ditegur

musicalprom.com

Comments
2 Comments

2 komentar

21 Desember 2016 11.04 Delete comments

Sudah makin gila.... Buat apa beragama kalau mrmbuatmu jadi orang yg suka menyakiti....

Reply
avatar
21 Desember 2016 11.09 Delete comments

MuNgkin ini orang gak pernah kuliah...makanya gak tahu mahasiswa itu bagaimana...saya paling suka lihat mahasiswa yg bekerja mengumpulkan dana, gak ribut, gak meresahkan, sejuk, kelihatan enerjik...karena saya juga pernah muda, pernah melihat bagaimana teman2 bekerja mengumpulkan dana untuk sebuah kegiatan, jualan kaos, bunga dsb...

Reply
avatar