Infomenia

Sabtu, 24 Desember 2016

Cerita Jokowi Saat di Kasih Peci Gus Dur Dan Sesalkan Dengan Sekelompok Orang Yang Memaksakan Kehendak


Infomenia.net -Presiden Jokowi (Jokowi) hadir di acara Haul ke-7 Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam pidatonya, dia bercerita soal peci milik Gus Dur yang diberikan kepadanya.

Jokowi hadir di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2016) malam. Dalam kesempatan itu, dia turut menyampaikan pidato sambutan.

Jokowi bercerita, tadinya dia ingin memakai peci Gus Dur pemberian Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid tahun 2013 di Wahid Institute. Namun sayang, peci itu tidak ada di Jakarta.

"Ternyata pecinya ketinggalan di Solo, jadi gak pakai. Tahun depan saja kalau ke sini lagi dipakai," kata Jokowi mengisahkan lagi lewat akun Facebook-nya seperti dilihat detikcom, Sabtu (24/12/2016).

Kisah Jokowi Soal Peci Gus Dur dan Prihatin Kondisi BangsaFoto: Presiden Jokowi di acara Haul ke-7 Gus Dur (dok Biro Sekretariat Kepresidenan)

Di acara itu Jokowi mengatakan, peci Gus Dur itu begitu spesial buat dirinya. Lewat peci itu, dia mengenang banyak keteladanan dari sosok Gus Dur.

"Pada Haul ke-7 tahun wafatnya Gus Dur, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semuanya untuk selalui berusaha meneladani Gus Dur. Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim melampaui sekat-sekat primpordial yang ada," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, banyak hal yang bisa diteladani dari Gus Dur. Mulai dari kesederhanaan, kesukarelaan melayani masyarakat, kerelaan berkorban untuk bangsa dan lainnya. Gus Dur konsisten melakoni itu hingga akhir hayatnya.

"Sikap hidup dan perjuangan Gus Dur itu sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebar rahmat bagi seluruh alam," kata Jokowi.

Kisah Jokowi Soal Peci Gus Dur dan Prihatin Kondisi BangsaFoto: Presiden Jokowi di acara Haul ke-7 Gus Dur (dok Biro Sekretariat Kepresidenan)

Lanjut Jokowi, selama hidupnya, Gus Dur selalu mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah milik kita bersama. Indonesia bukan milik golongan atau perseorangan, karena itu harus dikelola dengan aturan konstitusi, bukan yang lain.

"Saya percaya Gus Dur pasti gemes, geregetan kalau melihat ada kelompok, sekelompok atau orang-orang yang meremehklan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme," ujar Jokowi.

Ucapannya itu pun disambut tepuk tangan riuh ribuan santri, tokoh lintas agama dan para pejabat negara dan tokoh-tokoh yang hadir. Nampak hadir di acara ini Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Anies Rasyid Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Hadir juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil dan para pejabat serta tokoh-tokoh lainnya.

Jokowi menambahkan, dirinya miris melihat situasi dan kondisi bangsa akhir-akhir ini, baik di dunia nyata maupun media sosial (medsos). Terlalu banyak pertikaian, ujaran kebencian dan hal-hal negatif lainnya. Energi yang seharusnya dipakai untuk membangun bangsa habis percuma. Dia berharap hal tersebut segera dihentikan.

"Kalau masih ada Gus Dur pasti kita diledek 'kayak anak TK' saja," ujar Jokowi. detik.com

Comments
0 Comments

0 komentar