Ruhut : Kalau Demokrat Cerdas, Seharusnya Ikuti Saya


Infomenia.net -Partai Demokrat dikabarkan akan mendeklarasikan bakal calon gubernur yang diusung untuk Pilkada DKI 2017, pada Kamis (15/9/2016). Sejauh ini arah koalisi partai bentukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini masih menjadi tanda tanya.

Demokrat sempat bergabung dalam Koalisi Kekeluargaan di tingkat DPD dan DPW DKI bersama dengan enam partai lainnya, yakni PDI-P, Gerindra, PKB, PKS, PPP, dan PAN. Namun, beredar kabar terjadi perpecahan di koalisi tersebut, arah politik Demokrat pun berubah.
Ada yang mengatakan, Demokrat akan berkoalisi dengan Gerindra, PKB, dan PKS, untuk mengusung kader Gerindra Sandiaga Uno sebagai calon gubernur.
Sementara kabar terbaru menyebutkan, Demokrat membentuk poros baru bersama PKB, PPP, dan PAN, untuk mengusung bakal calon gubernur Yusril Ihza Mahendra.
Menurut Ketua Departemen Koordinasi Polhukam Partai Demokrat Ruhut Sitompul, jika partainya cerdas, seharusnya mereka mengikuti apa yang menjadi pilihan dia, yaitu mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kalau Demokrat cerdas kan harusnya ikutin pilihan Ruhut Sitompul. Itu sih kalau cerdas, kalau gak ya itu hak mereka," kata Ruhut kepada Netralnews.com, Minggu (11/9/2016).
"Mustinya Demokrat melihat gue sebagai kader yang sangat-sangat (loyal terhadap Demokrat), karena apa yang gue gak lakuin buat Demokrat," sambungnya.
Anggota DPR Komisi III ini mengaku, soal tindak-tanduknya dalam mendukung Ahok telah disampaikan kepada SBY. Hal itu juga yang disebut Ruhut menjadi alasan mengapa SBY hingga kini belum bersuara soal calon pemimpin ibukota.
"Hal itu juga yang mungkin membuat Pak SBY sampai sekarang susah untuk memutuskan. Karena langkah aku mengenai Ahok, aku lapor sama beliau (SBY)," ungkap Ruhut.netralnews.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ruhut : Kalau Demokrat Cerdas, Seharusnya Ikuti Saya"

Posting Komentar