Komjen Pol Budi Gunawan Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala BIN, Gerindra Ketakutan Lantaran .....


Infomenia.net -Presiden Joko Widodo telah resmi menunjuk Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menjadi calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso. Melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden Joko Widodo menyerahkan surat pencalonan Budi Gunawan menjadi Kepala BIN ke pimpinan DPR, Jumat (2/9) pagi.

Surat yang ditandatangani Jokowi tersebut bernomor R-58/Pres/09/2016 dengan satu berkas lampiran dengan perihal permohonan pertimbangan pemberhentian dan pengangkatan Kepala BIN. Selangkah lagi, Budi Gunawan bakal resmi menjabat sebagai Kepala BIN.

Mayoritas fraksi partai politik di DPR sepakat Budi Gunawan menjadi Kepala BIN. Namun, PartaiGerindra memiliki pandangan yang berbeda.

Partai besutan Prabowo Subianto itu mengingatkan Komisi I DPR untuk berhati-hati dalam meloloskan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sebab, bisa saja nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengungkit soal dugaan kepemilikan rekening gendut yang membuat Budi Gunawan kala itu batal menjadi Kapolri.

"Kalau kasus ditindaklanjuti ada 2 hal, pertama kasus rekening gendut," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa, Jumat (2/9).

Jauh sebelum pencalonannya sebagai kepala BIN ramai diperbincangkan, Budi Gunawan sempat dua kali menelan pil pahit karena batal menjadi Kapolri. Jika ingat pada Februari 2015 lalu, sempat terjadi polemik soal siapa yang akan memimpin puncak Tribata menggantikan Jenderal Sutarman. Saat itu, Jokowi memutuskan mengganti Sutarman.

Muncullah nama Budi Gunawan yang saat itu menduduki jabatan Kalemdikpol Polri. Rupanya, sejumlah pihak bersuara lantang dengan penunjukan nama Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Sutarman.

Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi buru-buru menetapkan mantan Kapolda Jambi dan Bali itu sebagai tersangka kasus rekening jumbo. KPK mengaku sudah lama mengusut kasus yang menjerat Budi Gunawan dan mengaku telah menemukan dua alat bukti yang cukup. Sikap KPK langsung dijawab Budi Gunawan dengan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan NegeriJakarta Selatan dan dinyatakan menang oleh hakim yang dipimpin Hakim Sarpin.

Desmond yang juga menjabat sebagai pimpinan Komisi III DPR itu mengaku khawatir jika KPK mengungkit-ungkit kasus Budi Gunawan kembali. Tak hanya itu, politikus Gerindra ini juga mengendus agenda lain dari penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN.

Menurut Desmond, yang perlu diwaspadai adalah dugaan bahwa Budi Gunawan mampu menggerakkan kepolisian dalam Pilpres 2014 untuk memenangkan Joko Widodo. Dia khawatir hal ini akan terulang di Pilpres 2019.

"Kedua kasus pada saat pemilihan Jokowi kemarin menggunakan aparatur kepolisian untuk pilih Jokowi. Apa yang terjadi di 2019 kalau jadi seperti itu?" tegas Desmond dengan penuh tanda tanya.

"Kami waspada saja, biar bagaimanapun BG pernah terlibat persoalan itu. Kalau ke depan dia berpihak ke PDIP dan Presiden bahaya juga," sambungnya.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi III DPR ini menambahkan apabila Fraksi Gerindra menolak pencalonan Budi Gunawan akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia. Sebab, kata Desmond, Gerindra menjadi satu-satunya fraksi yang menolak. 

Oleh sebab itu, lanjut dia, Partai Gerindra lebih baik menunggu respons dari masyarakat terkait pencalonan Budi Gunawan menjadi pimpinan BIN.

"Kalau kita tidak setuju kalah juga kita. Mengalir saja kita. Kita tunggu saja dari masyarakat. Kalau BG benar-benar untuk kepentingan negara kita harus kasih applause. Kalau untuk melemahkan rival-rival politik, BIN enggak ada guna," jelasnya.



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Komjen Pol Budi Gunawan Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala BIN, Gerindra Ketakutan Lantaran ....."

  1. 'TUHAN ALLAH sdh memilih/menetapkan 'Jokowi-Ahok'..,sebagai; 2 orang Pemimpin Indonesia yg terhebat saat ini !. Mereka mempunyai sifat/prilaku ataupun misi yg sama untuk memajukan NKRI dan memberantas mafia para Koruptor yg telah merusak/membudaya di Negara ini !!!". Karakter mereka: -Bermoral, jujur/tdk memperkaya diri, tdk pernah korupsi, tdk pencitraan, pekerja keras, rendah hati, berpihak kpd Rakyat kecil (memanusiakan manusia), hasil kerjanya nyata sekali, memperoleh jabatannya tdk pernah menggunakan isue2 SARA ataupun menumpahkan darah Rakyatnya sendiri dlm melanggengkan kekuasaan mereka, menjadikan pedoman PANCASILA dan Bhenika Tunggal Ika dlm ber-Negara serta menjaga hubungan baik thd sesama umat beragama dan tdk pernah menciptakan konplik apapun atau menyebar kebencian/menghasut, menjadi panutan/contoh untuk Presiden/Pemimpin2 masa lalu atau masa yg akan datang....!!!".
    # th. 2017 , AHOK akan terpilih kembali (secara mudah/gampang tdk ada hambatan yg berarti) menjadi Gubernur DKI untuk ke 2X-nya !.
    # th. 2019 , AHOK akan terpilih menjadi Wakil Presiden RI untuk mendampingi JOKOWI (Duet kekuatan yg luar biasa yg tdk dpt tertandingi oleh kandidat2 Parpol lainnya) dan JOKOWI akan terpilih untuk ke 2X-nya dg perolehan suara diatas 80 %.
    # th. 2024 , AHOK akan terpilih menjadi Presiden RI yang ke: 8 !.
    di saat itu adalah, zaman keemasan NKRI dibawah ke Pemimpinan AHOK . 'Para Koruptor akan di sikat habis termasuk di miskinkan anak cucunya !. Ormas2 Radikal pemecah NKRI di tindak habis/ dihapuskan !.
    "Percaya atau tidak, itu terserah andaaaaa.........???"

    BalasHapus