Jamaah Asal Indonesia Bandingkan Pelayan Haji Di Era SBY dan Jokowi,Ternyata....


Infomenia.net -Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil berkeliling ke pemondokan jemaah haji di sektor 9 dan sektor 8. Di sana, Djamil mendapat banyak masukan soal pelayanan haji, sampai perbandingan kualitas layanan dulu dan kini. Bagaimana kisahnya?

Abdul Djamil mendatangi pemondokan 910 yang terletak di kawasan Misfalah, Makkah, Rabu (31/8/2016). Kawasan tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. 

Saat kunjungan, Abdul Djamil bertemu dengan Ibnu Mahmudi, jemaah dari embarkasi Surabaya yang mengaku pernah berhaji tahun 2007 lalu. Ibnu kemudian cerita perbandingan pelayanan dulu ketika awal mula berhaji dan sekarang. Ada peningkatan dari berbagai sisi.
"Layanan ada peningkatan. Konsumsi jauh lebih bagus. Dulu 30 hari tidak ada jatah makan. Porsi sekarang jauh lebih bagus," cerita Ibnu.

"Di Madinah juga bagus. Dulu hotelnya tidak sebagus sekarang. Aman semua barang ditinggal di hotel tidak hilang. Jarak dengan masjid lebih dekat," sambungnya.

Masalah transportasi juga diakui oleh Ibnu kini lebih baik. Walau masih ada persoalan di rest area yang kotor dan kurang air, namun dia memuji bus yang nyaman dan dingin. Fasilitas di dalam hotel pun nyaman karena kini 4 orang, sementara dulu bisa sampai 8 orang.

"Alhamdulillah antrean mandinya tidak lama," ucapnya. 

"Ada kurangnya satu, kurang tidur karena ibadah," sambungnya sambil berkelakar.

Merespons cerita Ibnu, Abdul Djamil mengucapkan terima kasih. Dia juga berpesan agar Ibnu dan jemaah lain mulai menghemat tenaga untuk tanggal 9 September nanti pada puncak haji. 

"Jangan dihabis habiskan agar saat wukuf sehat. Karena wukuf adalah puncak haji. nanti akan dibawa ke Arafah. Di sana cuaca panas. Kita sediakan water fan. Doakan mudah-mudahan kami bisa melayanai bapak dan ibu dengan baik," papar Abdul Djamil.

Kunjungan lalu dilanjutkan ke pemondokan 803. Di sana, Abdul Djamil bertemu dengan rombongan Jemaah asal Lamongan yang tergabung dalam KBIH Labbaik dari RS Muhamadiyah Lamongan. Salah seorang jemaah Mukhlisin mengatakan, layanan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, ada sesuatu yng luar biasa. Tahun sebelumnya, jamaah Indonesia kalau berangkat bawa koper besar karena butuh bekal untuk masak selama 30 hari di Makkah. Alhamdulillah tahun ini kita dikasih konsumsi, 24 kali. Barangkali ke depan bisa ditambah agar full," harapnya.

Mahasin, jemaah lainnya sempat memberikan usul pada Abdul Djamil. Dia berharap ada uji kesehatan mental pada jemaah. Menurut Mahasin, di kelompoknya ada beberapa jemaah yang stres, bahkan sulit diajak ibadah.

"Sampai sini ada yang stres dan tidak mau pakai ihram. Rombongan saya ada yang sulit diatur dan tidak mau pakai ihram. Mungkin bisa untuk masukan. Jemaah saya suka ngomong, saya masih di Semarang. Tolong antarkan saya ke Bapak saya. Saya sampaikan, doakan bapak paling baik di Musholla. Lalu saya ajak ke Mushalla. Tapi fisiknya sehat," urainya. Detik.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jamaah Asal Indonesia Bandingkan Pelayan Haji Di Era SBY dan Jokowi,Ternyata...."

Posting Komentar