Begini Strategi Golkar,Hanura,Nasdem Mengantarkan Kemenangan Ahok Hingga 60 Persen


Infomenia.net -Golkar mempersiapkan strategi pemenangan dalam menyongsong pilkada, pileg dan pilpres dalam kurun waktu hingga 4 tahun ke depan. Khusus untuk pilkada 2017 nanti, Golkar mengupayakan dukungannya pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan membentuk tim pemenangan khusus untuk keberhasilan program kerja Ahok.

"Partai Golkar bersama Nasdem dan Hanura khususnya dengan relawan Ahok atau Teman Ahok sedang sosiliasasi terus dan sudah bentuk pemenangan-pemenangan yang ada di 'Rumah Lembang' dan tempat lain untuk bisa menerima dan menjelaskan segala program yang sudah dilaksanakan oleh Saudara Ahok," kata Ketua Umum Golkar Setya Novanto usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu di Menara Peninsula Hotel, Jl S Parman, Jakarta Barat, Jumat (02/09/2016).


Setnov mengatakan bahwa setiap program yang dibeberkan itu adalah semua program yang sudah dilaksanakan Ahok yang nantinya akan menjadi referensi bagi program kerja lanjutan apabila Ahok terpilih kembali di pilkada mendatang.


"Jadi bukan janji-janji tapi yang udah dilaksanakan sehingga untuk ke depan jadi program lanjutan untuk saudara Ahok, jadi inilah yang dilakukan bukti nyata yang dilakukan oleh saudara Ahok," lanjut Setnov.


Terkait hembusan isu bahwa Ahok akan kembali berduet dengan Djarot, Setnov pun menjawab dengan santai.


"Pokoknya siapapun yang diputuskan oleh Ahok kita pasti dukung," tutup Setnov.



Partai Golkar malam ini membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) untuk pemenangan Pemilu. Khususnya untuk Wilayah Indonesia 1 yang mencakup Pulau Jawa dan Sumatera.

Rakornis ini yang pertama kali digelar Golkar setelah sikap resmi partai mendukung pencalonan Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Menurut Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Indonesia I, Nusron Wahid, acara ini merupakan kuda-kuda partai dalam menyiapkan pemenangan Pemilu dan Pilpres.

"Partai Golkar sudah membuat keputusan strategis yakni mencalonkan Presiden Jokowi di Pilpres 2019 sehingga konskuensinya adalah mensolidkan partai dan memperkuat stratagi pemenangan," ungkap Nusron.

Hal tersebut diucapkannya di lokasi acara Rakornis di Menara Penisula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/9/2016). Menurut Nusron, keputusan Golkar untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019 harus disikapi dengan penuh tanggung jawab.

"Materi antara lain pengarahan kebijakan partai dalam memenangkan pileg dan Pilpres serentak 2019. Kemudian bagaimana semua struktur partai dalam berkomunikasi, baik komunikasi langsung maupun melalui media yang memudian menjadi opini publik," jelasnya.

Hadir dalam Rakornis ini Ketum Golkar Setya Novanto, Sekjen Idrus Marham, Bendum Robert J Kardinal, Ketua Harian Nurdin Halid. Kemudian Korbid Kepartaian Kahar Muzakir, Korbid Polhukam Yorrys Raweyai, Korbid Ekonomi Airlangga Hartarto, Korbid Kesejahteraan Roem Kono. Juga sejumlah Kepala Bidang seperti Tantowi Yahya dan Nurul Arifin.

Peserta dari rakornis adalah 16 Ketua DPD tingkat I wilayah Sumatera dan Jawa. Lalu ada sekitar 49 Ketua DPD tingkat II.

"Malam hari ini kita kumpul di sini dalam rangka merumuskan menuju pemennagan di 2019. Kemenangan Golkar dalam 2019 yang sudah dicanangkan, kita targetkan untuk Pilkada minimal 60 persen," ujar Nusron.

Untuk Pilkada 2017, persiapan di wilayah Indonesia I menurutnya sudah hampir rampung. Hanya tinggal Kabupaten Cilacap yang masih dalam proses untuk pencalonan.

"Wilayah 1 akan menargetkan menang di 33 Kab/Kota. Dari 4 Pilgub, 2 provinsi kita optimis menang, DKI dan Banten. 2 Provinsi lainnya harus bekerja keras untuk mencapai kemenangan, yakni Bangka Belitung dan Aceh," tutur dia.

Ada berbagai materi lain yang akan dibahas pada rakornis selama 3 hari ini. Termasuk merumuskan Badan Saksi Nasional.

"Salah satu kelemahan Golkar adalah lemahnya saksi, kurang militannya saksi. Maka kita akan rumuskan penguatan sistem dan saksi kita di TPS-TPS dan badan saksi ini akan kita simulasikan," urai Nusron.

Kemenangan Pilkada dianggap menjadi modal kemenangan untuk Pemilu 2019 nanti. Wilayah Indonesia I disebut Nusron diminta untuk berkontribusi besar.

"Kita ditargetkan menang Pemilu dan pileg 120 kursi atau 20 persen. Kita telah simulasi, dari 2017 kita harus nambah 29 kursi. Setelah kita simulasi, Wilayah Indoneisa 1 minimal harus nambah 19 kursi, maksimal 24 kursi, itu tambahan kontribusi dari Wilayah Indonesia I," beber Kepala BNP2TKI itu.

Nusron meminta agar kader-kader daerah bekerja untuk merebut kursi-kursi di legislatif itu. Khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera. Sementara untuk di Pulau Jawa, penguatan basis partai menurutnya menjadi prioritas.

"Ada isitilah, tidak akan menang di Indonesia jika tidak menguasai Pulau Jawa. Untuk itu harus menang di Pulau Jawa dan Sumatera. Lalu akan menang di pulau-pulau lainnya," tutup Nusron.detik.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Begini Strategi Golkar,Hanura,Nasdem Mengantarkan Kemenangan Ahok Hingga 60 Persen "

Posting Komentar