Lihat Nih, Cara Ahok Memanjakan Warga DKI Jakarta Yang Mau Pindah Ke Rusun Tanpa Kekerasan


Infomenia.net -Sebagai bagian dari upaya menormalisasi aliran sungai di Jakarta, Pemprov DKI terus mendorong warga yang tinggal di bantaran sungai agar mau direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa) milik pemerintah. Salah satunya dengan cara menyediakan tower atau menara rusun baru yang lebih mewah daripada yang sudah ada saat ini.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menuturkan bahwa Pemrpov DKI tengah menyiapkan rusun-rusun baru dengan tipe 36 sebagai ukuran terkecil. Rusun baru tersebut juga telah dilengkapi dengan aliran pipa gas dengan jenis bangunan green building. Tidak tanggung-tanggung, bangunan rusun yang berkonsep green building tersebut disebut oleh Ahok akan mendapatkan penghargaan dari PBB.


"Tower baru ini nanti rusunnya akan lebih bagus dengan ukuran terkecil tipe 36 dan akan dapat penghargaan dari PBB karena berkonsep green building. Kita punya tanah seluas 15.000 meter persegi yang siap dibangun rusun green building. Harapannya Jakarta bisa naik kelas, bukan hanya orangnya tapi bangunannya juga," ujar Ahok seusai meresmikan dimulainya pembangungan 7 tower baru Rusunawa Daan Mogot (Pesakih), Jalan Desa Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis, (25/8/2016).


Ahok menilai, dengan lokasi rusunawa yang strategis, tower baru ini nilainya berkisar Rp500 juta. Tower-tower baru ini diperuntukkan bagi warga yang sudah lebih dahulu tinggal di unit lama. Bagi warga yang baru mau direlokasi oleh Pemprov hanya berhak menempati rusun lama bekas warga yang sudah lebih dulu mau direlokasi.


"Ini mau ditawarkan untuk orang-orang yang sudah lebih dahulu tinggal di rusun (Pesakih). Nanti bekas mereka untuk orang-orang baru yang kita usir-usirin dari bantaran sungai," tambahnya.


Ahok melanjutkan, hal itu dilakukan untuk menghargai para warga yang sudah terlebih dahulu mau direlokasi Pemprov. Selain itu, warga yang sudah lebih dulu tinggal di rusun dipercaya bisa menjaga unit baru nanti dengan lebih baik.


"Yang sekarang ngotot-ngotot enggak mau pindah ya dapat yang lebih jelek dari yang sudah lama di sini. Warga yang lama juga kemungkinan lebih bisa merawat rusun karena sudah beradaptasi," tuturnya.


Lebih lanjut dia menjelaskan, warga tidak akan rugi meski harus membayar biaya sewa rusun sebesar Rp5 ribu per hari. Sebagai gantinya, setiap warga yang memegang KTP berdomisili rusun berhak menaiki Bus Transjarkata secara cuma-cuma. Dengan begitu uang transportasi para warga rusunawa bisa dialihkan memenuhi kebutuhan biaya hidup mereka yang lain.


"Pendidikan dan kesehatan juga kami tanggung dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Lalu kalau ada anak penghuni rusun yang masuk ke perguruan tinggi negeri, Pemprov akan beri bantuan sebesar Rp18 juta," kata dia.metrotvnews.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lihat Nih, Cara Ahok Memanjakan Warga DKI Jakarta Yang Mau Pindah Ke Rusun Tanpa Kekerasan"

Posting Komentar